Jakarta – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) sukses mencatatkan efisiensi operasional sebesar 12,8 juta dolar AS sepanjang tahun 2025. Atas capaian tersebut, anak usaha PT Pertamina Hulu Energi (PHE) ini diganjar penghargaan dalam ajang OPTIMUS Award 2025 di Jakarta, Kamis (30/4/2026), untuk kategori Exceeding KPI Target Stretch.
Keberhasilan ini diraih melalui eksekusi 21 inisiatif strategis yang mencakup optimalisasi teknologi, integrasi proses pengadaan, hingga pemanfaatan fasilitas bersama. Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, menyatakan bahwa program OPTIMUS (Optimization Upstream) telah menjadi motor penggerak utama dalam membentuk budaya kerja yang lebih adaptif dan inovatif di perusahaan.
"Melalui OPTIMUS, kami menekankan efisiensi dari sisi teknologi, integrasi pengadaan, hingga pemanfaatan fasilitas bersama. Ini menjadi bagian dari budaya kerja yang lebih adaptif dan inovatif," ujar Avep dalam keterangan resminya.
Avep menegaskan, meski fokus pada efisiensi biaya, perusahaan tetap menempatkan aspek kesehatan, keselamatan kerja, keamanan, dan lingkungan (HSSE) sebagai prioritas utama. Integritas dan keandalan peralatan operasional terus dijaga agar seluruh aktivitas pengeboran tetap berjalan aman dan optimal.
Senada dengan hal tersebut, Manager General Services sekaligus TCO Coordinator OPTIMUS Pertamina Drilling 2025, Dodik Prasetyo, mengungkapkan bahwa jumlah inisiatif strategis perusahaan meningkat tiga kali lipat dibandingkan tahun 2024. Menurutnya, lonjakan ini membuktikan bahwa budaya efisiensi telah mengakar kuat di internal perusahaan.
"Pencapaian OPTIMUS Pertamina Drilling tahun 2025 cukup impresif, dengan melebihi KPI stretch. Pertamina Drilling juga mencatatkan 21 inisiatif Project Charter, meningkat tiga kali lipat dibandingkan tahun 2024," jelas Dodik.
Program OPTIMUS sendiri merupakan inisiatif strategis PT Pertamina Hulu Energi yang dirancang untuk mengoptimalkan biaya operasional sekaligus memperkuat daya saing perusahaan di sektor hulu migas. Selain menekan beban biaya, program ini mendorong kolaborasi antarfungsi dan pemanfaatan teknologi guna memastikan keberlanjutan bisnis di tengah dinamika industri energi nasional.



