Padang – Penanganan bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dinilai Ketua Umum Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), Otto Hasibuan, telah melampaui standar penanganan bencana nasional. Hal ini diungkapkan usai menyerahkan bantuan senilai Rp6,7 miliar dari Peradi untuk pemulihan wilayah terdampak.
Menurut Otto, perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap penanganan bencana ini sangat besar, meskipun status bencana nasional tidak ditetapkan. "Pak Prabowo luar biasa perhatian kepada bencana ini. Bahkan, beliau sering berkaca-kaca matanya ketika berbicara tentang bencana," ujarnya usai penyerahan bantuan di SMAN 12 Padang, Kamis (2/4/2026).
Otto menambahkan, Presiden Prabowo bahkan turun langsung ke lokasi bencana dan telah dua kali mengunjungi Sumatra Barat. "Apa yang dilakukan meskipun tidak disebut bencana nasional tapi penanganannya lebih dari bencana nasional," tegasnya.
Peradi menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pemerintah dalam proses penanganan dan pemulihan pasca-bencana. Bantuan yang disalurkan, berasal dari anggota Peradi dan pihak ketiga, difokuskan untuk pembangunan sarana dan prasarana.
Di Sumatra Barat, bantuan disalurkan untuk pembangunan ruang kelas SMAN 12 Padang, musala di Kabupaten Agam, dan jembatan gantung di Kabupaten Solok. Otto menjelaskan bahwa kegiatan kemanusiaan ini merupakan agenda rutin Peradi dalam merespons berbagai bencana alam di Indonesia.
"Kami telah tanamkan ke para advokat, kami tidak hanya sibuk ke profesi tapi kami peduli. Peradi selalu peduli, memang kita tidak inginkan bencana tapi kita peduli," ungkap Otto.
Penyaluran bantuan ini sengaja menyasar langsung pembangunan sarana dan prasarana agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat luas. "Kami langsung ke penerima manfaat. Serahkan bantuan, kami percaya dalam pengelolaan," pungkasnya.



