Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menerima langsung bantuan tersebut di ruang kerja Wakil Wali Kota. Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi kedua pihak untuk mematangkan rencana kerja sama pengelolaan limbah yang lebih komprehensif.
Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, mengungkapkan bahwa pihaknya serius menekan volume sampah di TPA Tungkal Selatan yang mencapai 45 ton per hari. Saat ini, Pemko Pariaman telah mengoperasikan tiga unit mesin pencacah sampah untuk mengolah limbah organik menjadi pupuk kompos bernilai ekonomis.
"Mesin pencacah sampah ini mempercepat proses pengomposan dan meningkatkan efisiensi produksi. Kami ingin mengubah limbah daun, ranting, dan sisa makanan menjadi produk yang bermanfaat," ujar Mulyadi.
Ia menambahkan, pihaknya akan segera menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Semen Padang pada pekan depan. Kerja sama ini diharapkan mampu memperluas distribusi pupuk hasil olahan sampah sekaligus menjadikan Pariaman sebagai daerah percontohan pengelolaan sampah di Sumatera Barat.
Staf Alternative Fuel & Raw Material (AFR) PT Semen Padang, Musytaqim Nasra, menyambut positif inisiatif tersebut. Menurutnya, PT Semen Padang berkomitmen mendukung pemanfaatan produk sampah terolah agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
"MoU ini akan mengatur pembagian peran dan pola kerja sama pengolahan sampah. Jika terlaksana, ini akan menjadi yang pertama di Sumatera Barat di mana industri menerima sampah dalam bentuk cacahan yang siap dimanfaatkan," jelas Musytaqim.
Melalui sinergi ini, kedua pihak optimistis dapat menekan volume sampah di TPA sekaligus menciptakan ekosistem pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi tinggi.


