Jakarta – Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) DKI Jakarta berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) menggelar aksi donor darah di SMK Kemala Bhayangkari Delog, Kemang, Jakarta Selatan, pada Senin (2/11/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kepedulian sosial serta menumbuhkan semangat berbagi di lingkungan pendidikan.
Sejumlah siswa SMK Kemala Bhayangkari Delog turut berpartisipasi aktif dengan mendonorkan darahnya dalam aksi tersebut.
Kepala SMK Kemala Bhayangkari Delog, Hartono Joko Santoso, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan kemanusiaan yang melibatkan para peserta didik ini.
Ia berharap aksi donor darah dapat menjadi agenda rutin sekolah di masa depan.
“Alhamdulillah, hari ini kita dapat mengadakan kegiatan donor darah. Semoga ke depannya kegiatan seperti ini bisa terus berlangsung dan diagendakan secara rutin, setidaknya dua kali dalam setahun, karena sangat bermanfaat bagi kemanusiaan,” ujar Hartono.
Ketua PDDI DKI Jakarta, Irjen Pol. (Purn) Drs. Pudji Hartanto Iskandar, MM, menyatakan bahwa donor darah merupakan bentuk kepedulian kemanusiaan yang harus terus dipupuk di lingkungan masyarakat maupun sekolah.
Pudji menyebutkan bahwa inisiatif di SMK Kemala Bhayangkari Delog ini merupakan pengalaman perdana PDDI DKI Jakarta dalam menyelenggarakan aksi serupa di tingkat sekolah.
Pelaksanaan kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata arahan Ketua Umum PDDI, Adang Dorodjatun.
“Kita patut bersyukur masih diberikan kesempatan untuk berbagi melalui donor darah bagi kemanusiaan. Semoga setiap peserta yang terlibat mendapatkan pahala dan kegiatan ini membawa manfaat bagi orang lain,” tutur Pudji.
Pudji menambahkan bahwa donor darah adalah langkah sederhana yang memiliki dampak besar bagi mereka yang membutuhkan transfusi.
“Melalui setitik darah, kita bisa memberikan manfaat yang luar biasa bagi orang lain. Luar biasa apabila hidup kita dapat bermanfaat bagi sesama,” ungkapnya.
Wakil Ketua PDDI DKI Jakarta, Mohammad Dawam, memandang donor darah sebagai bentuk sedekah istimewa yang memiliki nilai kemanusiaan tinggi.
Ia menjelaskan bahwa donor darah dilakukan dengan penuh keikhlasan tanpa adanya interaksi langsung antara pemberi dan penerima.
“Pendonor darah tidak mengetahui siapa yang akan menerima darahnya. Sebaliknya, penerima transfusi darah juga tidak mengetahui siapa yang telah mendonorkan darahnya. Inilah salah satu bentuk sedekah yang istimewa karena dilakukan tanpa mengharapkan balasan,” jelas Dawam.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh jajaran pengurus PDDI DKI Jakarta serta perwakilan tenaga pendidik dari SMK Kemala Bhayangkari Delog.
PDDI DKI Jakarta berharap gerakan serupa dapat menginspirasi sekolah lain untuk menanamkan budaya berbagi sejak dini.








Komentar