Seremban – Di tengah dinamika kehidupan perantauan, diaspora Minangkabau di Malaysia membangun wadah untuk menjaga identitas dan mengembangkan intelektualitas. Persatuan Cendiakawan Minang Malaysia (PCMM), organisasi yang berdiri sejak 2015, menjadi ruang bagi perantau Minang untuk bersatu dalam semangat akademis dan kebudayaan.
Ismail Haji Ahmad, tokoh Minang berusia 70 tahun yang memimpin PCMM, menegaskan bahwa organisasi ini bertujuan menyatukan perantau Minang di Malaysia. "Tujuan utama PCMM adalah menyatukan perantau Minang di Malaysia, termasuk orang Minang yang baru datang ke sini," ujarnya di sela pertemuan anggota PCMM di Bandar Ainsdale, Seremban, Negeri Sembilan, Malaysia, Kamis (6/3/2026). Sebelumnya, organisasi Minang lebih bersifat kedaerahan, sehingga PCMM hadir sebagai pemersatu yang lebih luas.
Syaftin Ruli, Wakil Ketua PCMM, menambahkan bahwa keberadaan organisasi ini sangat penting bagi perantau Minang. "Dengan adanya organisasi cendekiawan ini, orang Minang yang datang ke sini bisa bersatu dan berkumpul," katanya. PCMM menjadi wadah resmi yang memungkinkan orang Minang berkumpul, bersilaturahmi, dan berdiskusi tanpa terhambat aturan administratif.
PCMM tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga menjadi wadah bertukar gagasan antara masyarakat Minang di Malaysia dan Indonesia. Diskusi tentang adat, budaya, dan persoalan sosial menjadi agenda rutin organisasi ini. "Melalui PCMM, orang tempatan dan orang yang datang dari Indonesia bisa bertemu, bersilaturahmi, bertukar pikiran, bahkan memberi kontribusi bagi masyarakat di dua negara," jelas Ismail.
Sebagai organisasi cendekiawan, PCMM memiliki Biro Akademik dan Intelektual yang aktif menggelar kegiatan akademik seperti seminar, diskusi ilmiah, dan sidang pleno pemikiran. Sejak 2016, PCMM juga menjembatani kerja sama akademik antara perguruan tinggi di Indonesia dan Malaysia, termasuk program pertukaran dosen dan mahasiswa.
Ke depan, PCMM berencana menggelar pertemuan diaspora Minang dunia bertajuk "Minang International Gathering" yang akan diisi dengan kegiatan akademik, seminar, program keagamaan, dan "Baralek Gadang", sebuah perayaan budaya Minang. "Kita ingin mengumpulkan diaspora Minang sedunia. Akan ada pameran, simposium, kuliner Minang, budaya, hingga booth wirausaha," ungkap Sekretaris Jenderal PCMM, Khalid Kamil.
Acara ini rencananya akan digelar di World Trade Centre Kuala Lumpur, bekerja sama dengan Kementerian Agama Malaysia serta Kementerian Pelancongan Malaysia. PCMM juga berencana menggelar "Minangkabau Gala Dinner" yang akan menghadirkan tokoh-tokoh Minang dari berbagai negara, termasuk Perdana Menteri Malaysia.
Bagi perantau Minangkabau di Malaysia, PCMM bukan sekadar organisasi, melainkan ruang pertemuan gagasan, pelestarian identitas budaya, dan simpul pemersatu diaspora Minang dengan semangat intelektual di tanah rantau.






