Tanjung Selor – Komisi III DPR RI mengapresiasi kinerja Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Utara yang dinilai mampu menekan penyalahgunaan dan peredaran narkotika di daerah itu meski dengan sumber daya terbatas.
Anggota Komisi III DPR RI Rikwanto menyebut narkoba sebagai persoalan nasional yang dihadapi seluruh provinsi di Indonesia.
Ia mengatakan Kalimantan Utara perlu memperkuat pemetaan yang lebih rinci dan terukur terkait pola peredaran narkotika di wilayah tersebut.
“Narkoba merupakan persoalan nasional yang dihadapi semua provinsi. Yang perlu dipetakan adalah karakteristik masalahnya di Kalimantan Utara. Kita harus mendalami sasaran peredarannya, apakah pekerja tambang, masyarakat di kampung, anak-anak muda di perkotaan, atau kelompok lainnya,” ujar Rikwanto kepada Parlementaria usai Kunjungan Kerja Reses Komisi III DPR RI di Markas Kepolisian Daerah Kalimantan Utara, Tanjung Selor, Jumat (24/07/2026).
Menurut dia, pemetaan sasaran peredaran menjadi dasar penting untuk menyusun strategi pencegahan yang lebih tepat.
Dengan begitu, upaya antisipasi dan penindakan dapat berjalan lebih efektif karena akar persoalan telah diketahui.
Politisi Fraksi Partai Golkar itu juga mengapresiasi langkah BNNP Kalimantan Utara dan aparat penegak hukum setempat yang tidak hanya mengedepankan penindakan, tetapi juga aktif melakukan pencegahan di tengah masyarakat.
“Dari keterangan Kepala BNNP Kalimantan Utara, mereka berhasil melampaui target dalam penanganan kasus narkoba. Upaya pencegahan juga terus dilakukan. Beberapa kasus telah berhasil diungkap, dan kami yakin masih banyak kasus lain yang akan berhasil diungkap,” katanya.
Rikwanto menegaskan Komisi III DPR RI menghargai dedikasi personel di lapangan.
Ia menilai BNNP Kaltara tetap bekerja optimal meski masih menghadapi keterbatasan sarana, prasarana, peralatan, dan jumlah personel.
“Meskipun dengan keterbatasan perlengkapan, personel, dan peralatan, mereka tetap bekerja secara maksimal. Saya yakin, bila kondisi ini terus dipertahankan, Kalimantan Utara punya peluang besar untuk semakin terbebas dari penyalahgunaan narkoba pada tahun-tahun mendatang,” ujarnya.






