Makkah – Kementerian Haji dan Umrah mengoptimalkan seluruh sektor layanan bagi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi guna memastikan kelancaran ibadah menjelang puncak haji 1447 H. Fokus penguatan mencakup aspek akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga kesiapan layanan kesehatan bagi seluruh jemaah.
Memasuki hari ke-19 operasional haji, sebanyak 117.452 jemaah dari 303 kloter telah tiba di Arab Saudi. Pergerakan jemaah dari Madinah menuju Makkah pun terus berlangsung secara bertahap, dengan 63.822 jemaah telah menempati hotel di Makkah untuk melaksanakan umrah wajib.
Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, menegaskan bahwa pihaknya memprioritaskan kenyamanan jemaah agar mereka dapat beribadah dengan tenang dan khusyuk.
"Prioritas kami adalah memastikan seluruh jemaah Indonesia mendapatkan layanan terbaik selama berada di Arab Saudi, mulai dari hotel yang nyaman, konsumsi yang terjaga, transportasi yang tertib, hingga layanan kesehatan yang responsif," ujar Ichsan, Minggu (10/5/2026).
Hingga saat ini, PPIH telah mendistribusikan lebih dari 2,7 juta boks makanan di Madinah dan Makkah. Selain itu, layanan Bus Shalawat di Makkah terus beroperasi melayani mobilitas jemaah menuju Masjidil Haram melalui 17 rute yang tersedia.
Terkait kondisi kesehatan, Kemenhaj mencatat sejumlah jemaah telah mendapatkan penanganan medis di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) maupun rumah sakit setempat. Mengingat suhu ekstrem yang mencapai 42 derajat Celsius, Ichsan mengimbau jemaah untuk menjaga stamina.
"Jemaah kami imbau untuk mengatur aktivitas ibadah sesuai kemampuan, memperbanyak minum air, menggunakan pelindung diri, dan segera melapor apabila mengalami gangguan kesehatan," tegasnya.
Hingga 8 Mei 2026, tercatat 20 jemaah wafat di Tanah Suci. Kemenhaj memastikan seluruh hak layanan bagi jemaah yang wafat telah dipenuhi sesuai prosedur. Ichsan juga menekankan bahwa komitmen pelayanan ramah lansia, disabilitas, dan perempuan terus diwujudkan secara nyata di lapangan sebagai bagian dari tanggung jawab petugas haji.





