Kemenhaj Pastikan 15 Porsi Makanan Nusantara Siap Manjakan Jemaah Haji

Makkah – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan seluruh kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia selama puncak ibadah haji telah siap didistribusikan. Setiap jemaah dipastikan akan menerima 15 porsi makanan siap santap (ready to eat) dengan cita rasa khas nusantara.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji Kemenhaj, Jaenal Effendi, menegaskan bahwa pihaknya telah merampungkan koordinasi dengan seluruh penyedia layanan konsumsi di Makkah. Langkah ini diambil untuk menjamin kelancaran distribusi makanan selama rangkaian puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

"Ini sudah selesai, sudah siap untuk didistribusikan," ujar Jaenal di Makkah, Jumat (15/5/2026).

Jaenal menjelaskan, dapur penyedia konsumsi akan memasok makanan pada 7, 8, dan 13 Dzulhijjah 1447 H. Sementara itu, pengecekan rutin terus dilakukan agar seluruh konsumsi siap didistribusikan ke hotel-hotel jemaah pada 6 Dzulhijjah 1447 H atau 23 Mei 2026.

Selama berada di kawasan Armuzna, yakni mulai 8 Dzulhijjah siang hingga 13 Dzulhijjah pagi, penyediaan konsumsi akan dikelola oleh perusahaan penyelenggara layanan haji Arab Saudi, yakni Rakeen Mashariq dan Albait Guest. Setelah jemaah kembali ke hotel, suplai makanan akan kembali ditangani oleh dapur-dapur di Makkah.

Untuk mengobati kerinduan jemaah terhadap masakan Tanah Air, menu yang disajikan dirancang khusus dengan cita rasa lokal, seperti rendang dan olahan telur. Kemenhaj melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi juga memastikan kualitas menu tetap terjaga dengan memantau langsung bahan baku serta melibatkan juru masak asal Indonesia.

Jaenal menekankan bahwa ada tiga indikator utama yang wajib dipenuhi oleh penyedia konsumsi, yakni cita rasa yang autentik, gramasi yang sesuai, serta ketepatan waktu pengiriman.

"Sampai hari ini, tiga hal sudah dipenuhi, yakni cita rasa Indonesia bagus, gramasi bagus, dan on time dalam delivery ke hotel-hotel jemaah haji," tegasnya.

Sebagai bentuk profesionalitas di tahun pertama penyelenggaraan haji oleh Kemenhaj, pengawasan ketat akan terus dilakukan melalui evaluasi dan kunjungan langsung ke dapur-dapur penyedia makanan. Hal ini dilakukan agar jemaah dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan nyaman.

REKOMENDASI