Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan memperkuat daya saing Industri Kecil dan Menengah melalui kegiatan bimbingan teknis dan fasilitasi pendaftaran merek.
Kegiatan ini berlangsung di Hotel Kawana, Padang, pada 4 hingga 5 November 2026.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Barat, Novrial, membuka langsung rangkaian acara tersebut.
Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Irwan Zuldani, hadir sebagai narasumber untuk memaparkan strategi penguatan daya saing produk usaha kecil dan menengah.
Irwan menegaskan bahwa penguatan sektor usaha membutuhkan dukungan kebijakan pemerintah, pembinaan berkelanjutan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta kemudahan akses pemasaran.
Ia menyatakan bahwa merek merupakan aset strategis yang berfungsi sebagai identitas sekaligus instrumen untuk membangun kepercayaan konsumen.
“Pelaku usaha harus mulai memahami bahwa merek merupakan aset penting,” tegas Irwan.
Menurutnya, pendaftaran merek menjadi langkah krusial untuk memberikan perlindungan hukum serta meningkatkan profesionalitas pelaku industri.
Ia menambahkan, “Produk yang berkualitas perlu didukung identitas yang kuat dan perlindungan hukum agar mampu berkembang serta bersaing di pasar yang lebih luas.”
Irwan turut mendorong sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, dan pelaku usaha untuk menciptakan ekosistem industri yang inovatif serta kompetitif.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan menjadwalkan program bimbingan teknis ini dalam dua gelombang.
Angkatan pertama dilaksanakan pada 4 hingga 5 November 2026, sedangkan angkatan kedua berlangsung pada 6 hingga 7 November 2026.
Seluruh kegiatan dipusatkan di Hotel Kawana, Padang, mulai pukul 08.00 WIB setiap harinya.
Inisiatif ini bertujuan memperkuat struktur industri daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Sumatera Barat.
Pemerintah optimistis bahwa perlindungan merek yang optimal akan membuka peluang produk lokal menembus pasar nasional hingga internasional.








Komentar