Sijunjung – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumatera Barat segera menerjunkan tim ke lapangan untuk menindaklanjuti viralnya video aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di pinggiran sungai Kabupaten Sijunjung. Peninjauan ini dilakukan guna memastikan kebenaran informasi serta keterkaitan material yang hanyut dengan aktivitas penambangan ilegal pascabanjir.
Kepala Dinas ESDM Sumbar, Helmi Heriyanto, menegaskan bahwa pihaknya tidak bisa langsung menyimpulkan kondisi di lapangan hanya berdasarkan rekaman video berdurasi 17 detik yang beredar di media sosial. Menurutnya, pembuktian teknis sangat diperlukan untuk memvalidasi apakah lokasi tersebut benar-benar menjadi pusat aktivitas penambangan ilegal.
"Terkait kepastian video yang beredar, tentu kami harus turun ke lapangan terlebih dahulu. Kami perlu memastikan apakah material-material yang hanyut dalam video itu terkait dengan dugaan aktivitas penambangan tanpa izin. Hal ini membutuhkan pembuktian lebih lanjut," ujar Helmi.
Sebelumnya, sebuah video yang diunggah di media sosial memperlihatkan kondisi lokasi tambang di tepian sungai Sijunjung yang terhenti akibat banjir. Dalam rekaman tersebut, terlihat satu unit alat berat pengeruk emas terparkir tidak beroperasi, sementara area sekitar dipenuhi lumpur pekat akibat intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut. Selain alat berat, tampak pula sebuah tenda darurat beratapkan terpal biru yang diduga menjadi tempat peristirahatan para pekerja tambang.

