Pesisir Selatan – Empat unit rumah kontrakan semi permanen di Desa Sindang Lunang, Kecamatan Lunang, Kabupaten Pesisir Selatan, ludes dilalap si jago merah pada Kamis (14/5/2026) pagi. Kebakaran yang diduga dipicu oleh hubungan arus pendek listrik tersebut menyebabkan kerugian materil yang ditaksir mencapai Rp850 juta.
Plt. Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Pesisir Selatan, Dongki Agung Pribumi, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan warga pada pukul 08.35 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, Regu C dari pos Damkarmat Tapan segera diterjunkan ke lokasi.
"Personel menempuh jarak sekitar 35 kilometer dengan waktu respon kurang lebih 40 menit menggunakan satu unit armada berkapasitas 4.000 liter," ujar Dongki dalam keterangan resminya.
Proses pemadaman berlangsung dramatis dengan melibatkan sinergi lintas provinsi. Mengingat lokasi kejadian berada di area perbatasan, tim Pemadam Kebakaran Lubukpinang dari Kabupaten Muko-Muko, Bengkulu, turut dikerahkan untuk membantu penjinakan api. Aksi ini merupakan implementasi dari nota kesepahaman (MoU) penanggulangan bencana di wilayah perbatasan antara kedua daerah.
Upaya pemadaman, pendinginan, hingga proses overhaul memakan waktu sekitar tiga jam, yakni sejak pukul 09.15 WIB hingga api benar-benar padam pada pukul 12.00 WIB. Meski empat bangunan kontrakan milik Yulia Asterina (35) tidak terselamatkan, petugas bersama warga berhasil melokalisir api sehingga satu unit rumah permanen di sekitar lokasi terhindar dari amukan si jago merah.
Pihak berwenang memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Saat ini, situasi di lokasi kejadian telah terkendali dan penanganan pascakebakaran dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku.






