Beijing – Pertarungan sengit memperebutkan "Api Iblis Teratai Pemurni" dalam serial donghua Battle Through the Heavens (BTTH) episode 195 kini mencapai titik klimaks. Delapan klan kuno yang mewarisi garis keturunan Dewa Dou (Dou Di) terlibat dalam konflik besar demi menguasai kunci menuju makam kuno, yakni Tou She Gu Di Jade.
Di balik perebutan api surgawi tersebut, ambisi jahat Klan Hun mulai terungkap. Mereka secara sistematis memusnahkan klan lain untuk menyerap energi garis keturunan demi memperkuat posisi sebelum perang besar pecah.
"Klan Hun bergerak secara rahasia dan brutal. Mereka tidak hanya mengincar api surgawi, tetapi juga memburu garis keturunan klan lain untuk meningkatkan kekuatan absolut mereka," ujar seorang pengamat komunitas penggemar donghua.
Data menunjukkan bahwa dua dari delapan klan kuno, yakni Klan Ling dan Klan Shi, telah lenyap dari daratan akibat agresi Klan Hun. Klan Ling menjadi target pertama yang dimusnahkan, disusul oleh Klan Shi yang memiliki pertahanan fisik luar biasa namun tak mampu membendung ambisi Klan Hun.
Selain dua klan yang telah musnah, terdapat enam klan lain yang masih bertahan, yakni Klan Xiao yang dipimpin Xiao Yan, Klan Gu, Klan Lei, Klan Yao, Klan Yan, serta Klan Hun itu sendiri. Masing-masing klan memiliki spesialisasi kekuatan, mulai dari manipulasi api, teknik alkimia, hingga elemen petir.
Kini, perhatian penonton tertuju pada langkah Xiao Yan. Sebagai wakil ketua Aliansi Istana Langit, ia harus memutar otak untuk menghadapi ancaman Klan Hun yang semakin tak terbendung. Pertarungan ini bukan sekadar perebutan harta karun, melainkan perang eksistensi bagi klan-klan yang tersisa di dunia Battle Through the Heavens.




