BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem di 19 Daerah Sumatera Barat

Sebanyak 19 daerah di Sumatera Barat diminta waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

Padang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem di wilayah Sumatera Barat pada 23 hingga 25 Oktober 2026.

Sebanyak delapan daerah ditetapkan dalam kategori Siaga, sementara 11 daerah lainnya masuk dalam kategori Waspada.

Wilayah yang masuk kategori Siaga meliputi Kabupaten Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Kota Padang, Pesisir Selatan, Pasaman, Kabupaten Solok, Solok Selatan, dan Dharmasraya.

Adapun daerah kategori Waspada mencakup Kabupaten Agam, Kota Bukittinggi, Tanah Datar, Kota Padang Panjang, Padang Pariaman, Kota Pariaman, Lima Puluh Kota, Kota Payakumbuh, Kota Sawahlunto, dan Sijunjung.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana di sekitar aliran sungai dan kawasan perbukitan.

“Mencegah lebih baik daripada mengobati,” ujar Mahyeldi di Padang, Jumat (23/10/2026).

Ia menegaskan bahwa langkah antisipasi sangat krusial mengingat ketidakpastian waktu terjadinya bencana.

Mahyeldi juga meminta warga menjaga ketersediaan air bersih guna mengantisipasi potensi gangguan distribusi layanan dari perusahaan daerah air minum.

“Masyarakat diimbau untuk memastikan ketersediaan air bersih untuk beberapa hari ke depan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi gangguan distribusi akibat cuaca ekstrem,” tambahnya.

Kepala Stasiun Meteorologi Minangkabau, Decky Irmawan, menjelaskan bahwa cuaca ekstrem dipicu oleh aktivitas Madden-Julian Oscillation, Gelombang Kelvin, sirkulasi siklonik, hingga pertemuan arus angin di wilayah Sumatera Barat.

Anomali positif suhu muka laut di perairan barat Sumatera Barat turut mendukung pertumbuhan awan hujan secara intensif.

Kondisi atmosfer tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.

Masyarakat diminta untuk segera mengevakuasi diri ke tempat aman jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi panjang atau peningkatan debit air sungai.

“Masyarakat juga diminta segera mencari lokasi yang aman apabila terjadi hujan berintensitas tinggi dalam durasi panjang, peningkatan debit atau tinggi muka air sungai, maupun munculnya material longsoran,” tuturnya.

Komentar