PADANG PARIAMAN – Petani di Nagari Anduriang, Kabupaten Padang Pariaman, resmi mendeklarasikan Kawasan Daulat Pangan sebagai langkah strategis memulihkan sektor pertanian pascabencana banjir bandang November 2025. Deklarasi yang berlangsung Rabu (30/4/2026) ini menjadi simbol perlawanan petani terhadap keterpurukan ekonomi akibat rusaknya puluhan hektare lahan sawah.
Kegiatan yang diinisiasi Serikat Petani Indonesia (SPI) ini digelar untuk memperingati Hari Hak Asasi Petani Internasional. Sebelum deklarasi, para petani telah dibekali pelatihan agroekologi bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Dinas Lingkungan Hidup setempat.
Ketua DPW SPI Sumatra Barat, Rustam Efendi, menegaskan bahwa langkah ini merupakan upaya nyata agar petani memiliki kendali penuh atas sistem produksi mereka. "Ini bukan sekadar deklarasi, tapi gerakan nyata petani untuk bangkit dari dampak bencana. Kita ingin memastikan petani tidak hanya pulih, tapi juga berdaulat atas tanah, benih, dan sistem pertanian mereka," ujar Rustam.
Menurut Rustam, kedaulatan pangan harus dimulai dari kemandirian petani dalam mengelola rantai produksi, mulai dari penguasaan lahan hingga distribusi hasil panen. Ia menekankan pentingnya penggunaan input lokal dan bahan organik sebagai kunci keberlanjutan pertanian di tengah ancaman krisis iklim.
Konsep Kawasan Daulat Pangan yang diusung SPI kini menitikberatkan pada sistem pertanian berbasis agroekologi yang didukung oleh koperasi produsen. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat ekonomi keluarga petani yang sempat terpuruk akibat bencana hidrometeorologi.
"Kalau petani tidak berdaulat, maka negara juga tidak akan berdaulat dalam pangan. Karena itu, perjuangan kedaulatan pangan harus menjadi agenda bersama," tegas Rustam.
Deklarasi tersebut dihadiri oleh perwakilan petani dari berbagai basis SPI di Kabupaten Padang Pariaman dan Kabupaten Agam, serta unsur pemerintah daerah dan aparat keamanan setempat. Inisiatif ini menjadi bukti bahwa pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dengan bantuan, melainkan harus melalui pembangunan sistem pertanian yang lebih tangguh dan berkelanjutan.





