Aksi Foto di Tikungan Ekstrem Sitinjau Lauik Bahayakan Pengguna Jalan

Padang – Aksi rombongan mantan anggota DPR RI, Arteria Dahlan, yang berhenti untuk berfoto di tikungan tajam Panorama I Sitinjau Lauik, Kota Padang, menuai kecaman keras. Tindakan tersebut dinilai sangat membahayakan keselamatan diri sendiri sekaligus mengganggu arus lalu lintas di jalur yang dikenal memiliki medan ekstrem tersebut.

Pengamat transportasi dari Universitas Bung Hatta, Fidel Miro, menegaskan bahwa jalan raya merupakan prasarana lalu lintas yang tidak boleh digunakan sembarangan, apalagi sebagai lokasi swafoto. Menurutnya, area Panorama I memiliki tikungan dengan kemiringan mencapai 45 derajat yang menuntut ruang gerak luas bagi kendaraan besar.

"Ini betul-betul sangat mengganggu lalu lintas umum. Jangan menjadikan fasilitas jalan raya sembarangan," ujar Fidel, Selasa (14/6/2026).

Fidel menjelaskan, kendaraan berdimensi panjang seperti truk wajib mengambil ruang ke sisi kanan jalan saat melintasi tikungan tersebut untuk bermanuver. Ketika rombongan berhenti di badan jalan, kendaraan berat kehilangan ruang gerak dan kesulitan untuk menanjak.

"Kendaraan dimensi panjang tadi wajib mengambil ruas jalan ke kanan dulu untuk menanjak. Jadi, tindakan rombongan ini tetap mengganggu kendaraan berat," tambahnya.

Ia menyayangkan aksi tersebut, terlebih karena rombongan itu diketahui mendapatkan pengawalan dari pihak kepolisian. Seharusnya, rombongan mencari lokasi yang lebih aman dan tidak menghambat arus kendaraan lain.

"Kalau mau menjadikan spot foto di Sitinjau Lauik, kan ada lokasi lain, tidak mesti mengganggu lalu lintas. Apalagi foto-fotonya di tengah jalan, ini bahaya," tegasnya.

Sebelumnya, video rombongan Arteria Dahlan yang turun dari kendaraan untuk berfoto di tikungan viral tersebut beredar luas di media sosial. Aksi itu memaksa sejumlah pengemudi truk menghentikan laju kendaraan dan mengantre, memicu kritik tajam dari warganet yang menilai perilaku tersebut tidak masuk akal dan membahayakan pengguna jalan lainnya.