Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat, Gina Alecia, mengonfirmasi bahwa insiden tersebut melibatkan 24 anak-anak dan satu orang dewasa. Para korban dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, sakit perut, hingga diare setelah menyantap jajanan tersebut sejak Rabu malam.
"Total pasien dari Rabu malam sampai Kamis pagi ini ada 25 orang," ujar Gina.
Sebanyak 17 korban sempat menjalani perawatan di Puskesmas Air Bangis. Hingga Kamis pagi, lima orang di antaranya masih dalam pemantauan medis karena kondisi yang belum sepenuhnya pulih, sementara 12 lainnya telah diperbolehkan pulang setelah dinyatakan sehat.
Guna mengungkap penyebab pasti keracunan, Dinas Kesehatan Pasaman Barat kini tengah melakukan investigasi lapangan dan penyelidikan epidemiologi. Pihaknya juga telah mengambil sampel makanan serta muntah korban untuk diuji di laboratorium kesehatan daerah provinsi.
"Saat ini tim dinkes sedang melaksanakan investigasi lapangan dan penyelidikan epidemiologi untuk mencari penyebab keracunan," pungkasnya.






