Bogor – Presiden terpilih Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmen Indonesia dalam membela kemerdekaan Palestina. Prabowo menyatakan kesiapan mengirimkan pasukan perdamaian ke Gaza, namun dengan syarat utama persetujuan dari tokoh Palestina dan negara-negara mayoritas muslim.
Dalam program "Prabowo Presiden Prabowo Menjawab" di kediamannya, Prabowo menjelaskan bahwa pengiriman pasukan perdamaian ini bukan untuk melucuti senjata Hamas, melainkan untuk menjaga rakyat sipil. "Kita tegas, kita tidak mau terlibat dalam aksi militer terhadap Hamas," ujarnya.
Prabowo menambahkan, Indonesia juga tidak ingin terlibat dalam pengambilan senjata dari Hamas. "Yang kita mau adalah menjaga rakyat sipil dari serangan mana pun," tegasnya.
Lebih lanjut, Prabowo mengungkapkan bahwa rencana pengiriman 8.000 personel TNI ke Gaza untuk bergabung dengan International Stabilization Force (ISF) saat ini ditangguhkan. Penangguhan ini dilakukan setelah konsultasi dengan berbagai pihak, menyusul terjadinya konflik antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran.
"Itu komitmen kita. Setelah terjadi perang begini, kita konsultasi, tapi de facto-nya adalah everything on hold. Ya, saya sudah umumkan," kata Prabowo.
Prabowo menekankan bahwa Indonesia akan terus berjuang untuk kemerdekaan Palestina dan siap berkontribusi dalam menciptakan perdamaian di Gaza, dengan tetap menghormati batasan-batasan nasional dan mengutamakan keselamatan warga sipil.






