Padang – Sumatera Barat bersiap menggelar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI tahun 2026 dengan dukungan dari 11 kabupaten/kota yang menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah cabang olahraga. Namun, Kota Padang memilih untuk fokus pada Porprov XVII tahun 2028 dengan ambisi menjadi tuan rumah tunggal.
Keputusan ini terungkap dalam Rapat Koordinasi Persiapan Porprov XVI yang diadakan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sumatera Barat. Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, menegaskan bahwa rapat ini bertujuan untuk memastikan kesiapan riil setiap daerah, terutama terkait dukungan anggaran dalam APBD Perubahan 2026.
"Rakor ini bertujuan memastikan kesiapan riil setiap daerah, terutama terkait dukungan anggaran dalam APBD Perubahan 2026," kata Hamdanus.
Sebelas daerah yang telah menyatakan kesediaan menjadi tuan rumah adalah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kota Sawahlunto, Kota Solok, Kabupaten Solok, Kabupaten Pasaman Barat, Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, dan Kabupaten Tanah Datar.
Kepulauan Mentawai menjadi daerah yang paling agresif dalam menyatakan komitmennya. Ketua KONI Kepulauan Mentawai, Ali Nurdin, menegaskan dukungan penuh dari bupati dan DPRD setempat, termasuk alokasi sekitar Rp 7,9 miliar dalam APBD Perubahan 2026. Mentawai bahkan siap menanggung biaya transportasi atlet dan kontingen rute Padang-Mentawai.
Sementara itu, Kota Padang memiliki pandangan berbeda. Sekretaris Umum KONI Padang, Tri Putra Junaidi Nst, menyatakan bahwa keputusan mundur dari skema tuan rumah bersama merupakan sikap tegas Wali Kota Padang yang menginginkan peran lebih besar.
"Wali Kota Padang menghendaki status tuan rumah penuh, bukan berbagi. Jika dipercaya, Padang menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah tunggal pada Porprov XVII tahun 2028," ujar Tri Putra Junaidi Nst.
Meskipun demikian, Padang tetap berkomitmen untuk mendukung pelaksanaan Porprov XVI dan bertekad mempertahankan status juara umum.
Beberapa daerah lain juga memaparkan kesiapan dan kendala yang dihadapi. Sawahlunto mengusulkan 10 cabang olahraga, namun mengantisipasi keterbatasan penginapan. Pesisir Selatan baru memastikan kesiapan untuk dua cabang, yakni takraw dan silat. Kabupaten Solok siap menggelar sekitar empat cabang olahraga, sementara Padang Pariaman mengusulkan panjat tebing, bola voli, dan woodball.
Bukittinggi menargetkan alokasi Rp 7 miliar dalam APBD Perubahan untuk menggelar tinju, wushu, karate, dan tenis meja. Pariaman mengusulkan sepatu roda, tenis lapangan, dan teqball. Tanah Datar berharap prosesi pengambilan api Porprov dapat dilaksanakan di Pariangan untuk memperkuat nilai historis Luhak Nan Tuo.
Ketua OC Porprov XVI, Dr. Septri, menambahkan bahwa kepastian tuan rumah menjadi kunci penyusunan tahapan teknis berikutnya. Timeline pelaksanaan akan dirinci agar seluruh tahapan berjalan tepat waktu menuju Oktober 2026.
Ketua SC Prof. Syahrial Bakhtiar mengingatkan daerah agar tidak menunda persiapan atlet dan mendorong pemusatan latihan segera dilaksanakan dengan melibatkan kepala daerah.
"Sudah delapan tahun Porprov tidak digelar. Ini momentum kebangkitan olahraga Sumatera Barat," pungkas Prof. Syahrial Bakhtiar.
Rakor menyepakati komitmen kesiapan tuan rumah, pengawalan anggaran, serta percepatan tahapan teknis sebagai fondasi penyelenggaraan Porprov XVI Sumatera Barat 2026. Hasil rakor ini akan disinkronkan dengan pengurus provinsi masing-masing cabang olahraga sebelum diputuskan final dalam Rapat Koordinasi Teknis pada awal Maret 2026.






