VIDA Luncurkan ID FraudShield Tangkal Serangan Penipuan Identitas Berbasis AI

Jakarta – Lonjakan kejahatan siber yang merugikan masyarakat hingga Rp9,1 triliun memicu urgensi penguatan sistem keamanan digital di Indonesia. Merespons ancaman tersebut, perusahaan identitas digital VIDA resmi meluncurkan ID FraudShield, sebuah inovasi pertahanan berlapis yang dirancang khusus untuk mendeteksi dan menangkal penipuan identitas berbasis kecerdasan buatan (AI) secara real-time.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital RI, Edwin Hidayat Abdullah, menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menghadapi krisis keamanan siber. Mengingat 65 persen masyarakat Indonesia terpapar upaya penipuan setiap pekan, ia menilai pendekatan terintegrasi antara kebijakan pemerintah dan teknologi mumpuni sangat krusial.

"Skala ancaman ini menuntut pendekatan yang terintegrasi dan kolaboratif, mensinergikan kebijakan yang kokoh, peran aktif institusi, serta implementasi teknologi yang mumpuni," ujar Edwin dalam acara VIDA Beyond Liveness di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Founder dan Group CEO VIDA, Niki Luhur, menjelaskan bahwa peluncuran solusi ini didorong oleh evolusi teknik penipuan yang semakin canggih, seperti injection attacks, penggunaan emulator farms, hingga pemalsuan lokasi melalui GPS spoofing. Menurutnya, sistem verifikasi konvensional kini tidak lagi cukup untuk membendung serangan yang menyasar perangkat dan jaringan secara simultan.

"Kita tidak bisa lagi hanya bergantung pada pemeriksaan orangnya saja, tetapi juga harus memeriksa perangkat dan jaringannya secara simultan," tegas Niki.

ID FraudShield hadir dengan mengintegrasikan berbagai kapabilitas canggih, mulai dari Biometric Liveness untuk melawan deepfake, hingga Device Intelligence yang mampu mendeteksi perangkat yang telah dimodifikasi atau aplikasi kloning. Selain itu, sistem ini dilengkapi dengan Behavioral Analytics dan ID Graph yang mampu mengorelasikan data lintas sesi untuk mengungkap identitas sintetis maupun rekening perantara (mule accounts).

Inovasi ini diproyeksikan menjadi garda terdepan bagi sektor keuangan, termasuk perbankan, asuransi, hingga platform pembayaran digital. Dengan sistem ini, institusi dapat memperkuat deteksi ancaman tanpa harus mengorbankan kenyamanan pengguna maupun kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

Niki menambahkan, pengembangan solusi ini merupakan jawaban atas kerentanan sistem verifikasi standar yang selama ini sering ditembus oleh serangan siber modern. VIDA berkomitmen untuk terus membantu industri dalam mengidentifikasi berbagai pola penipuan yang sebelumnya sulit terdeteksi oleh sistem keamanan konvensional.

REKOMENDASI