Sumbar Pacu Tol Bukittinggi-Sicincin: Sinergi Rampungkan Proyek Strategis

Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mengambil langkah konkret untuk mempercepat pembangunan Jalan Tol Pekanbaru-Padang, khususnya ruas Bukittinggi-Padang Panjang-Sicincin. Percepatan ini dibahas dalam rapat yang melibatkan berbagai pihak di Kantor Kejaksaan Tinggi Sumbar.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa dukungan penuh dari semua pihak sangat penting karena proyek ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). "Karena ini merupakan Proyek Strategis Nasional, tentu kita di daerah harus memberikan dukungan penuh," ujarnya. Ia menambahkan bahwa proyek ini bukan hanya untuk pemerintah, tetapi juga untuk kepentingan masyarakat Sumatera Barat secara luas.

Kepala Kejaksaan Tinggi Sumbar, Muhibuddin, menekankan pentingnya kolaborasi nyata, bukan hanya komitmen administratif. "Kita ingin kolaborasi ini betul-betul berjalan dalam kerja nyata, bukan hanya di atas kertas," tegasnya. Ia juga mengingatkan agar proyek dilaksanakan dengan tepat sasaran, anggaran, waktu, dan kualitas, serta menjaga integritas.

Direktur Utama PT Hutama Karya, Koentjoro, menyatakan bahwa percepatan proyek sangat krusial karena penundaan dapat meningkatkan biaya dan mengurangi manfaat bagi masyarakat. Oleh karena itu, ia meminta semua pihak untuk menetapkan penanggung jawab (PIC) dan menyusun timeline yang jelas agar proyek selesai sesuai target.

Proyek Tol Padang-Pekanbaru telah direncanakan sejak 2005 sebagai bagian dari jaringan Tol Trans Sumatera. Beberapa ruas, seperti Pekanbaru-Bangkinang, sudah beroperasi, sementara ruas lainnya masih dalam tahap persiapan. Ruas Bukittinggi-Sicincin saat ini sedang dipersiapkan oleh PT Hutama Karya, mulai dari studi kelayakan, analisis dampak lingkungan (AMDAL), hingga pembebasan lahan.

Muhibuddin juga menyoroti pentingnya perlindungan masyarakat dalam proses pembebasan lahan. Pemerintah daerah diminta untuk aktif berkomunikasi dengan masyarakat adat dan nagari, memastikan pembangunan tetap memperhatikan hak-hak masyarakat dan tidak ada pihak yang dirugikan.

Dengan sinergi lintas sektor, diharapkan proyek ini dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mempermudah akses transportasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.