Sumbar: 16 Sumur Bor Tuntas, Air Bersih Mengalir untuk Korban Bencana

Padang – Masyarakat Sumatera Barat yang terdampak bencana alam kini dapat bernapas lega. Sebanyak 16 sumur bor telah rampung dibangun dan dioperasikan, menyediakan akses air bersih yang sangat dibutuhkan.

Pembangunan sumur bor ini menjadi prioritas utama dalam upaya pemulihan infrastruktur dasar. Akses air bersih dinilai krusial untuk mencegah penyebaran penyakit pascabencana, seperti diare dan infeksi kulit, terutama di hunian sementara dan permukiman terdampak banjir serta longsor.

Sumur bor tersebut tersebar di berbagai wilayah terdampak, termasuk Kabupaten Agam (Nagari Pasie Laweh dan Pagadih), Kabupaten Solok (Nagari Paninggahan), Kabupaten Tanah Datar (Nagari Guguk Malalo), serta Kota Padang (Kecamatan Kuranji, Nanggalo, dan Pauh).

"Penyebaran dilakukan agar bantuan tepat sasaran, terutama di kawasan dengan gangguan pasokan air paling parah," ujar seorang petugas lapangan.

Keberhasilan pembangunan ini merupakan hasil sinergi antara TNI dan masyarakat setempat. Personel TNI terjun langsung menangani teknis pengeboran dan instalasi, sementara warga aktif membantu menyiapkan lokasi dan mobilisasi peralatan.

Untuk memaksimalkan manfaat, setiap sumur bor dilengkapi dengan tandon penampungan dan jaringan distribusi sederhana. Fasilitas ini memudahkan warga yang tinggal jauh dari sumber air untuk mendapatkan akses tanpa harus mengangkutnya secara manual.

Meskipun 16 titik sudah beroperasi, pembangunan terus berlanjut. Saat ini, tiga unit tambahan sedang dalam tahap pengerjaan di Huntara Batu Busuk (Lambung Bukik), Kelurahan Kapalo Koto (Kota Padang), dan Jorong Kayu Pasak (Kabupaten Agam).

Pembangunan sumur bor ini diharapkan menjadi solusi jangka menengah yang efektif sambil menunggu pemulihan sistem air bersih permanen. Kolaborasi lintas instansi terus diperkuat untuk memastikan seluruh warga terdampak dapat kembali menjalani kehidupan normal dengan sanitasi yang layak.