Sumatera Barat Tuntaskan Rehabilitasi Lahan Pertanian Terdampak Bencana Hidrometeorologi

PADANG PARIAMAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat resmi merampungkan rehabilitasi lahan pertanian kategori rusak ringan dan sedang akibat bencana hidrometeorologi. Keberhasilan ini ditandai dengan kegiatan tanam padi serentak di Korong Tanah Taban, Nagari Pasie Laweh, Kabupaten Padang Pariaman, Rabu (13/5/2026).

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyatakan bahwa progres pemulihan lahan telah mencapai 100 persen berkat dukungan anggaran sebesar Rp32,9 miliar dari Kementerian Pertanian. "Alhamdulillah, sesuai arahan Pak Menteri, proses rehabilitasi lahan terdampak bencana kategori rusak ringan dan sedang berhasil kita percepat dan tuntaskan," ujar Mahyeldi di sela kegiatan penanaman.

Keberhasilan ini menempatkan Sumatera Barat sebagai provinsi dengan progres pemulihan tercepat dibandingkan daerah terdampak lainnya seperti Aceh dan Sumatera Utara. Kepala Pusat Pelatihan Pertanian RI, Tedy Dirhamsyah, memberikan apresiasi tinggi atas capaian tersebut. "Secara nasional rata-rata baru sekitar 14 persen, tapi Sumbar sudah memenuhi target Pak Menteri. Ini juara satu," ungkap Tedy.

Meski rehabilitasi lahan ringan dan sedang telah tuntas, tantangan besar masih menanti. Mahyeldi menyoroti sekitar 7.000 hektare lahan yang mengalami kerusakan berat, termasuk 4.000 hektare sawah yang hilang akibat tersapu longsor atau berubah menjadi aliran sungai. Ia menegaskan bahwa penanganan lahan rusak berat memerlukan kolaborasi lintas kementerian, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum.

Saat ini, pemerintah daerah telah menyusun dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) yang telah diserahkan kepada pemerintah pusat melalui BNPB. "Kita sudah gerakkan semua simpul, mulai dari kabupaten, provinsi sampai kementerian. Tinggal sekarang kepastian anggaran," tambah Mahyeldi.

Di sisi lain, ancaman fenomena El Nino yang diprediksi mulai terasa pada akhir Juni mendatang menjadi perhatian serius. Mahyeldi menginstruksikan percepatan masa tanam sebagai langkah antisipasi agar stok pangan tetap terjaga. Kementerian Pertanian pun menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi kebutuhan daerah, seperti irigasi perpompaan dan pembangunan sumur dalam.

Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, mengakui bahwa sektor pertanian di wilayahnya terdampak cukup parah dengan total 1.263,4 hektare sawah yang rusak. Ia berharap bantuan pemerintah pusat segera menyasar lahan kategori rusak berat dan hilang. "Untuk sawah rusak ringan seluruhnya sudah tertangani 100 persen, sedangkan untuk lahan sawah yang rusak berat dan hilang sampai sekarang belum ada alokasi bantuan," pungkas John Kenedy.