Padang – Kabupaten Solok menargetkan diri menjadi destinasi wisata berkelas internasional dengan mengandalkan sinergi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kabupaten Solok. Komitmen ini ditegaskan dalam pertemuan strategis di Bappeda Provinsi Sumatera Barat, Jumat (23/01/2026).
Kepala Bappeda Provinsi Sumbar, Zefnihan, menyatakan bahwa pengembangan destinasi kelas dunia telah dimulai sejak 2013 dan membutuhkan kolaborasi yang kuat. "Kabupaten tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan provinsi. Sumbar dibangun untuk kabupaten dan kabupaten untuk Sumbar," ujarnya.
Wakil Bupati Solok, Candra, yang hadir mewakili Bupati, menegaskan kesiapan Kabupaten Solok untuk menjadi destinasi wisata kelas dunia dengan fokus pada sektor pertanian dan pariwisata. Ia menyoroti bahwa 56,2 persen masyarakat Solok berprofesi sebagai petani, sehingga penguatan sektor ini tetap menjadi prioritas.
"Pengembangan Gunung Talang menjadi salah satu prioritas utama. Kawasan ini memiliki panorama lima danau, jalur pendakian yang aman, serta potensi besar sebagai geopark. Pembangunan akses melalui Bukik Bulek direncanakan sebagai jalur mitigasi bencana sekaligus pembangkit ekonomi masyarakat," jelas Wabup Candra.
Selain itu, penyelesaian fly-over Sitinjau Lauik diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisata ke Kabupaten Solok. Rencana pembangunan rest area representatif dan infrastruktur penunjang juga menjadi bagian dari upaya tersebut.
Pemerintah Kabupaten Solok berharap, melalui sinergi lintas sektor, daerah ini dapat menjadi geopark baru di Sumatera Barat, sekaligus destinasi wisata berkelas internasional yang berkelanjutan.






