Padang – Seratus kepala keluarga (KK) korban bencana hidrometeorologi di Kecamatan Pauh, Padang, akhirnya bisa bernapas lega. Hunian Sementara (Huntara) Mandiri di Kelurahan Kapalo Koto resmi menjadi tempat bernaung baru bagi mereka.
"Keberadaan Huntara di Pauh ini sangat membantu dan melengkapi," ujar Wali Kota Padang, Fadly Amran, saat peresmian Huntara yang dilakukan bersama Wakil Gubernur Sumbar Vasco Ruseimy dan Wakil Ketua DPRD Sumbar Evi Yandri Rajo Budiman, Kamis (5/2/2026). Fadly menambahkan, fasilitas yang memadai seperti jaringan listrik, akses Wi-Fi, hingga perlengkapan rumah tangga dasar telah tersedia.
Huntara ini menjadi solusi sementara bagi warga yang menginginkan tempat tinggal lebih dekat dengan lokasi asal mereka. Sebelumnya, Pemkot Padang telah menyediakan Huntara di Perumahan Nelayan dan Rusunawa, namun lokasinya dinilai terlalu jauh.
Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman, menjelaskan bahwa 100 unit Huntara ini diperuntukkan bagi warga dari Kelurahan Lambung Bukik, Koto Lua, dan Cupak Tangah. Ia berharap fasilitas ini menjadi titik awal pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi warga pascabencana.
Meskipun demikian, pemerintah daerah menegaskan bahwa Huntara hanyalah solusi jangka pendek. Pemkot Padang telah menyiapkan lahan di tiga lokasi strategis, yaitu Balai Gadang, Simpang Haru, dan Kelurahan Lambung Bukik, untuk pembangunan Hunian Tetap (Huntap).
"Kami meminta masyarakat bersabar. Bersama Pak Wagub, kami terus mendorong Pemerintah Pusat agar pembangunan Huntap segera direalisasikan sehingga warga bisa kembali memiliki rumah permanen yang layak," pungkas Fadly.






