Padang – Semen Padang FC kini berada di ujung tanduk dalam persaingan papan bawah Super League. Dengan hanya menyisakan tujuh pertandingan, tim berjuluk Kabau Sirah tersebut harus berjuang ekstra keras untuk mengejar ketertinggalan lima poin dari zona aman agar tidak terlempar dari kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Langkah berat menanti skuad asuhan Imran Nahumarury karena mereka harus menghadapi deretan tim papan atas, seperti Persebaya, Persija, Borneo FC, dan Dewa United. Setiap poin menjadi sangat krusial, mengingat satu kesalahan fatal dapat mempercepat langkah tim menuju jurang degradasi.
Pelatih Semen Padang FC, Imran Nahumarury, menegaskan bahwa timnya belum melempar handuk. Ia menuntut para pemain untuk tetap menjaga fokus dan konsistensi hingga peluit akhir musim dibunyikan.
"Keyakinan kita sama, misi kita sama. Tim akan berjuang sampai akhir. Tidak ada yang tidak bisa," ujar Imran, Senin (20/4/2026). Ia juga berharap dukungan penuh dari suporter agar target bertahan di liga tetap terjaga.
Optimisme serupa datang dari gelandang SPFC, Firman Juliansyah, yang meyakini tim kebanggaan masyarakat Sumatera Barat ini masih memiliki peluang untuk bangkit.
Ujian terdekat akan dihadapi SPFC sore ini saat menjamu Persijap Jepara. Laga ini menjadi sangat vital karena Persijap merupakan pesaing langsung yang saat ini menempati posisi ke-15 klasemen sementara.
Musim 2025-2026 memang menjadi periode kelam bagi Semen Padang FC. Sepanjang kompetisi, klub ini bahkan telah melakukan pergantian pelatih sebanyak tiga kali. Dari 27 laga yang telah dilakoni, SPFC baru mencatatkan lima kemenangan, lima hasil imbang, dan harus menelan 17 kekalahan pahit.






