Padang – PT Semen Padang, bagian dari SIG, bergerak cepat membangun 181 hunian sementara (huntara) di tiga kabupaten Sumatera Barat, sebagai respons terhadap banjir bandang yang melanda wilayah tersebut November 2025.
Sebanyak 3.310 zak semen dari produk Semen Padang digunakan dalam pembangunan huntara yang tersebar di Agam, Padang Pariaman, dan Pesisir Selatan. Rinciannya, 117 unit di Pasar Kayu Pasak (Agam), 34 unit di Anduring (Padang Pariaman), dan 30 unit di Koto Baru (Pesisir Selatan).
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah provinsi dan PT Semen Padang dalam rehabilitasi pascabencana. "Kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur tidak kurang dari 80 persen dari total Rp22 triliun yang kami usulkan," ungkap Mahyeldi saat bertemu jajaran direksi SIG dan PT Semen Padang. Ia berharap PT Semen Padang berperan maksimal, terutama dengan produk green cement.
Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menyatakan bahwa penggunaan produk Semen Padang adalah bukti kepercayaan pemerintah daerah terhadap kualitas produk lokal. "Dengan digunakannya Semen Padang pada pembangunan 181 unit huntara, kami berterima kasih atas kepercayaan pemerintah provinsi dan kabupaten," kata Win.
Sinergi antara pemerintah dan industri lokal diharapkan terus diperkuat, tidak hanya dalam situasi darurat, tetapi juga dalam program pembangunan daerah. Pembangunan huntara ini diharapkan memberikan tempat tinggal yang layak dan aman bagi warga terdampak, sambil menunggu rehabilitasi hunian permanen.
Win menambahkan bahwa PT Semen Padang telah hadir melalui program tanggung jawab sosial sejak hari pertama bencana. "Sebagai perusahaan kebanggaan masyarakat Sumbar, PT Semen Padang hadir sejak hari pertama bencana dan hari ini mendukung pemulihan pascabencana," tutup Win. "Bagi kami, ini bukan sekadar kontribusi material, tetapi juga bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap saudara-saudara kita yang sedang berjuang memulihkan kehidupan mereka."



