Padang – Bantuan senilai Rp1,6 miliar dari Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) diterima Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) untuk mempercepat pemulihan fasilitas umum yang rusak akibat bencana hidrometeorologi. Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang akan dialokasikan untuk pembangunan tiga ruang kelas di SMA Negeri 12 Padang, jembatan gantung di Salayo (Kabupaten Solok), dan musala di Palupuh (Kabupaten Agam).
"Bantuan ini sangat berarti karena menyasar fasilitas yang langsung berkaitan dengan aktivitas masyarakat sehari-hari," kata Mahyeldi saat menerima bantuan secara simbolis dari Ketua Umum PERADI, Otto Hasibuan, di Bandara Internasional Minangkabau, Selasa (1/4/2026).
Otto Hasibuan menyatakan, bantuan ini merupakan wujud komitmen PERADI dalam mendukung pemulihan daerah-daerah yang terdampak bencana. Ia dijadwalkan meninjau langsung lokasi-lokasi penerima bantuan selama berada di Sumbar.
Mahyeldi menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan berbagai elemen masyarakat dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Ia optimistis, dengan dukungan berbagai pihak, pemulihan di Sumbar dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
Ketua DPC PERADI Padang, Miko Kamal, menambahkan bahwa selain meninjau lokasi bantuan, Otto Hasibuan juga dijadwalkan menghadiri kegiatan halal bihalal bersama anggota PERADI Cabang Padang. Perbaikan infrastruktur dasar dinilai Mahyeldi menjadi faktor penting dalam mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat pascabencana.


