Pemprov Sumbar Siap Bantu PT KAI Tertibkan Lahan Jalur Kereta Api

Langkah ini dilakukan guna memperlancar rencana reaktivasi jalur kereta api di Sumbar.

Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berkomitmen mendukung penuh PT Kereta Api Indonesia dalam melakukan sosialisasi penertiban serta pengosongan lahan di sepanjang jalur kereta api.

Dukungan tersebut bertujuan memperlancar rencana reaktivasi jalur kereta api di wilayah Sumatera Barat.

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, menegaskan kesiapan pemerintah daerah dalam membantu proses komunikasi kepada masyarakat.

“Prinsipnya, Pemprov Sumbar siap mendukung KAI dalam sosialisasi, terkait teknis pelaksanaannya nanti akan kita komunikasikan lebih lanjut dengan pihak KAI,” ujar Vasko di Padang, Senin (2/11/2026).

Vasko meyakini masyarakat akan menerima rencana reaktivasi ini selama sosialisasi berjalan dengan koordinasi yang baik.

Pernyataan tersebut disampaikan Vasko sebagai respons atas permintaan Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, terkait penertiban sekitar 6.800 bangunan yang mengganggu jalur kereta.

Permintaan bantuan kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah itu disampaikan Bobby saat pencanangan reaktivasi jalur kereta api di Stasiun Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Selasa (27/10/2026).

Bobby mengungkapkan bahwa keberadaan bangunan di atas lahan milik KAI menjadi kendala utama selain kondisi geografis berbukit dan ancaman bencana alam.

“Kami mohon bantuan Forkopimda untuk sama-sama melakukan sosialisasi agar tidak ada lagi bangunan-bangunan di sekitar rel kereta api,” tegas Bobby.

PT KAI membutuhkan ruang bebas sejauh enam meter di sisi kanan dan kiri rel atau total 12 meter dari jalur utama.

Reaktivasi jalur kereta api di Sumatera Barat akan dilaksanakan secara bertahap mulai tahun 2027.

Tahap awal pengerjaan difokuskan pada jalur Kayu Tanam hingga Padang Panjang sepanjang 15,3 kilometer.

Proyek akan berlanjut ke jalur menuju Solok dan Sawahlunto.

Pengembangan berikutnya direncanakan menghubungkan Padang Panjang dengan Bukittinggi, Payakumbuh, hingga Limbanang di Kabupaten Limapuluh Kota.

Pencanangan reaktivasi di Stasiun Kayu Tanam turut dihadiri Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Donny Oskaria, serta Plt Direktur Prasarana Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Rosita.

Komentar