Padang – Pemerintah Kota Padang mulai menjajaki penguatan kerja sama strategis dengan Pemerintah India guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah tersebut. Fokus kolaborasi mencakup sektor pendidikan, pengembangan kapasitas aparatur sipil negara (ASN), kesehatan, hingga kebudayaan.
Peluang kerja sama ini dibahas dalam pertemuan antara Wali Kota Padang, Fadly Amran, dengan Konsul Jenderal (Konjen) India di Medan, Ravi Shanker Goel, di Padang, Senin (11/5/2026). Pertemuan tersebut sekaligus menjadi agenda pendampingan menjelang kunjungan Duta Besar India ke Sumatera Barat dalam waktu dekat.
Fadly Amran menyambut baik rencana kolaborasi ini, terutama terkait akses pendidikan bagi generasi muda. Menurutnya, inisiatif tersebut sejalan dengan Program Unggulan Padang Juara yang memprioritaskan peningkatan kualitas SDM melalui beasiswa luar negeri.
"Kami berterima kasih atas kerja sama selama ini, yang telah memberikan kesempatan kepada anak-anak kita dan ASN Pemko Padang untuk berangkat dan belajar ke India," ujar Fadly.
Dalam pertemuan tersebut, pihak Konsulat India berkomitmen membantu membuka peluang beasiswa bagi pelajar asal Kota Padang yang ingin menempuh pendidikan tinggi di India. Fadly berharap peluang tersebut dapat segera terealisasi untuk mendukung kemajuan pendidikan di kotanya.
Menanggapi hal itu, Konjen India, Ravi Shanker Goel, menegaskan bahwa India memiliki kedekatan historis yang kuat dengan Sumatera Barat. Ia menyatakan bahwa universitas-universitas di India kini semakin terbuka bagi mahasiswa asing, termasuk dari Padang, untuk jenjang pendidikan S1 hingga S3.
"Universitas-universitas di India terbuka bagi mahasiswa asing dan ada peluang besar bagi pelajar dari Padang dan Sumatera Barat untuk melanjutkan pendidikan S1, S2, maupun S3 di India. Kami siap mendukung program kerja sama pendidikan ke depannya," ungkap Ravi.
Selain pendidikan, kedua pihak juga mengeksplorasi potensi kerja sama di bidang kesehatan dan pertukaran budaya. Pemerintah Kota Padang berharap kemitraan ini tidak hanya membuka akses pendidikan internasional, tetapi juga memperkuat pertukaran pengetahuan dan hubungan antarwilayah yang lebih luas di masa depan.


