Pemkot Padang Hidupkan Kembali Pendidikan Agama Islam di Masjid dan Musala

Padang – Pemerintah Kota Padang resmi mengaktifkan kembali program pendidikan agama Islam bagi siswa SMP dan MTs di lingkungan masjid serta musala setempat. Kebijakan ini akan mulai berjalan pada 2 Mei mendatang dengan menyasar puluhan ribu santri di seluruh penjuru kota.

Program yang menjadi bagian dari rencana pembangunan jangka menengah ini akan dilaksanakan setiap Kamis, Jumat, dan Sabtu. Sebanyak 970 masjid dan musala telah disiapkan sebagai pusat pembelajaran dengan dukungan 1.227 tenaga pengajar.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan bahwa durasi belajar harus diatur secara proporsional agar siswa tidak kelelahan. Mengingat siswa telah mengikuti program Subuh Mubarakah, ia meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memastikan keseimbangan waktu antara belajar, istirahat, dan keluarga.

"Anak-anak sudah memulai aktivitas sejak subuh. Jika ditambah kegiatan yang terlalu panjang, tentu akan berdampak pada kondisi fisik mereka. Waktu anak-anak bersama keluarga dan istirahat juga harus diperhatikan," ujar Fadly saat memimpin rapat koordinasi di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Kamis (30/4/2026).

Fadly juga menekankan agar pelaksanaan program ini dilakukan secara tertib, terukur, dan berbasis digital guna mempermudah pengawasan.

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menambahkan bahwa program ini akan melibatkan 36.175 santri SMP dan 7.891 santri MTs. Fokus utama pembelajaran adalah konsep 3T, yakni Tahsin, Tahfidz, dan Tafsir.

"Proses belajar dimulai dengan salat Magrib berjamaah dan diakhiri dengan salat Isya berjamaah. Materi pembelajaran difokuskan pada konsep 3T dengan metode halaqah, klasikal, serta menyesuaikan kondisi lapangan," jelas Maigus.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang kini tengah melakukan sosialisasi intensif kepada seluruh kepala sekolah agar program ini dapat berjalan optimal sesuai target yang ditetapkan.