Pemko Payakumbuh Salurkan Ribuan Ton Beras dan Minyak Goreng bagi Warga

PAYAKUMBUH – Pemerintah Kota Payakumbuh resmi menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng kepada 13.628 kepala keluarga (KK) yang tersebar di seluruh kelurahan. Program ini bertujuan menekan laju inflasi sekaligus menjaga ketahanan pangan masyarakat di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.

Secara simbolis, penyerahan bantuan dilakukan oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Yasrizal, di Kantor Lurah Tigo Koto Diate, Senin (13/4/2026). Sebanyak 466 KK di kelurahan tersebut menjadi penerima manfaat perdana dalam agenda yang berlangsung serentak di seluruh wilayah Payakumbuh.

Total bantuan yang digelontorkan Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Dinas Ketahanan Pangan mencapai 272.560 kilogram beras dan 54.512 liter minyak goreng. Setiap keluarga menerima paket bantuan berisi 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.

Yasrizal menegaskan bahwa bantuan ini merupakan wujud kehadiran pemerintah dalam melindungi daya beli masyarakat. Ia pun mengimbau agar bantuan tersebut dimanfaatkan sepenuhnya untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga.

"Kami berpesan agar beras dan minyak goreng ini dikonsumsi untuk keluarga, bukan untuk dijual kembali atau ditukar tambah," tegas Yasrizal dalam sambutannya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Payakumbuh, Edvidel Arda, mengungkapkan bahwa data penerima bantuan merujuk pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial RI. Ia mencatat adanya lonjakan signifikan jumlah penerima manfaat tahun ini yang mencapai 13.628 KK, meningkat drastis dari tahun sebelumnya yang berjumlah 7.099 KK.

"Alhamdulillah, terjadi peningkatan signifikan. Ini menunjukkan cakupan bantuan pemerintah semakin luas," ujar Edvidel.

Penyaluran bantuan yang bersumber dari Badan Pangan Nasional (BAPANAS) dan didistribusikan melalui Perum BULOG ini diharapkan mampu menjadi bantalan ekonomi bagi warga. Selain untuk menanggulangi risiko krisis pangan dan gizi, langkah ini juga menjadi strategi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.