Bukittinggi – Pemerintah Kota Bukittinggi menggelar Wisuda Sekolah Keluarga Gemilang Tahun 2026 di Balairung Rumah Dinas Wali Kota, Selasa, 21 Juli 2026, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan keluarga melalui DP3APPKB.
Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias mengatakan program Sekolah Keluarga Gemilang menjadi wujud kehadiran Pemko Bukittinggi dalam membangun keluarga yang lebih kuat.
Ia menyebut sejumlah persoalan sosial, mulai dari tingginya angka perceraian, kekerasan dalam rumah tangga, hingga maraknya pelaku LGBT, kerap berawal dari keluarga.
Menurut Ramlan, ketahanan keluarga tidak cukup hanya mengandalkan naluri, melainkan harus dibentuk lewat pengetahuan yang terus ditingkatkan.
Ia menegaskan Pemko Bukittinggi berkomitmen menjalankan Sekolah Keluarga Gemilang setiap tahun untuk memperkuat keluarga dan menekan berbagai persoalan sosial.
Ramlan juga meminta para wisudawan menjadi pelopor keluarga berkualitas dengan menerapkan ilmu yang telah diperoleh di lingkungan masing-masing.
Ketua TP PKK Kota Bukittinggi Ny. Yesi Ramlan Nurmatias, selaku inisiator program, mengatakan Sekolah Keluarga Gemilang berawal pada 2018 sebagai respons atas semakin beragamnya persoalan sosial di tengah masyarakat.
Ia menjelaskan, dari pemahaman bahwa akar berbagai persoalan tersebut berada pada melemahnya fungsi keluarga, lahirlah Sekolah Keluarga sebagai inovasi daerah untuk membangun ketahanan keluarga melalui pendidikan masyarakat.
Kepala Dinas P3APPKB Kota Bukittinggi Susi Yanti menyampaikan pada 2026 ada 720 orang yang mendaftar Sekolah Keluarga Gemilang.
Sebanyak 699 peserta mengikuti pembelajaran dalam 15 kali pertemuan, dan 638 orang dinyatakan layak diwisuda.
Dari jumlah itu, 203 peserta berasal dari Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh, 193 peserta dari Kecamatan Guguk Panjang, dan 242 peserta dari Kecamatan Mandiangin Koto Selayan.
Susi menambahkan, dari total wisudawan tersebut, delapan di antaranya merupakan peserta laki-laki.






Komentar