Padang Panjang – Pemerintah Kabupaten Tanah Datar berharap pembangunan jalan tol Sicincin-Bukittinggi segera berjalan. Harapan itu disampaikan Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly saat menghadiri rapat koordinasi penyusunan Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah (DPPT) Seksi Sicincin-Bukittinggi di aula balai kota Padang Panjang, Jumat (5/6).
Ahmad Fadly menyatakan pihaknya mendukung penuh proyek strategis nasional tersebut. Menurut dia, ruas jalan nasional yang menghubungkan Sumatera Barat dan Riau merupakan salah satu jalur tersibuk di Pulau Sumatera, sehingga keberadaan tol akan memberi dampak besar bagi masyarakat.
“Kami Pemkab Tanah Datar akan terus mengawal dan mendukung penuh percepatan pembangunan PSN Jalan Tol Padang-Pekanbaru, khususnya Seksi Bukittinggi-Padang Panjang-Sicincin yang melintasi beberapa nagari di Kabupaten Tanah Datar,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pendataan objek tanah yang akan dilalui jalur tol dilakukan secara akurat sesuai kondisi lapangan. Data yang valid, kata dia, akan memudahkan pemerintah nagari menyampaikan informasi kepada masyarakat sejak awal.
“Validitas data sangat penting agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari. Pemerintah nagari juga dapat segera memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait rencana pembangunan ini,” kata Ahmad Fadly.
Rapat koordinasi tersebut dibuka oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Tanah Jalan Tol Sumatera Barat, Wisnu Priambodo, dan turut dihadiri Wakil Wali Kota Padang Panjang Alex Saputra.
Wisnu menjelaskan bahwa pembangunan Jalan Tol Padang-Bukittinggi merupakan bagian dari Jalan Tol Padang-Pekanbaru yang masuk dalam salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) pemerintah pusat. Proyek ini ditargetkan memperlancar distribusi barang dan jasa antardaerah serta mempercepat mobilitas masyarakat.
“Keberadaan jalan tol ini diharapkan mampu memperlancar distribusi barang antar wilayah sekaligus mempercepat mobilitas masyarakat, sehingga berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi di kedua provinsi,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebelum penyusunan dokumen perencanaan dilakukan, tim telah turun melakukan survei lapangan di titik-titik yang akan dilintasi jalur tol. Tim juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah nagari dan kelurahan untuk memperoleh data lahan masyarakat yang terdampak.




Komentar