Pariaman – Ratusan warga Kota Pariaman tumpah ruah di Pantai Gandoriah setiap Minggu pagi, mengikuti Senam Bahagia Pariaman yang telah menjadi ikon olahraga mingguan. Inisiatif masyarakat ini tak hanya mempromosikan gaya hidup sehat, tetapi juga menjadi ajang rekreasi keluarga. Namun, kegiatan rutin ini akan diliburkan selama bulan Ramadan.
Ketua Kelompok Senam Bahagia Pariaman, Linda Karan, menyatakan bahwa antusiasme peserta saat ini sangat tinggi, tetapi kegiatan akan dihentikan sementara selama bulan puasa. "Kegiatan senam akan tetap berjalan seperti biasa hingga menjelang Ramadan. Namun, kami akan rehat selama satu bulan penuh saat puasa dan dijadwalkan berlanjut kembali setelah lebaran," ujarnya saat diwawancarai, Minggu (1/2/2026).
Linda menambahkan, keberhasilan Senam Bahagia didukung oleh sistem gotong royong. Lebih dari 200 peserta hadir setiap minggunya, dan biaya operasional, termasuk honor instruktur profesional Suhu Eka dan Suhu Tati, ditanggung melalui iuran mandiri.
Dinas Pariwisata telah memberikan izin penggunaan fasilitas publik untuk kegiatan ini. Meskipun berpusat di Pentas Gandoriah, lokasi senam bersifat fleksibel, menyesuaikan dengan agenda kota. "Jika Pentas Gandoriah dipakai, maka kegiatan dialihkan ke Pantai Ocean, area Dermaga, Muara Pariaman, hingga kawasan Hotel Nantongga," jelas Linda.
Selama Januari hingga awal Februari, kegiatan difokuskan di area Pantai Gandoriah, dengan memanfaatkan titik-titik estetis di sekitar pantai untuk memberikan suasana baru bagi peserta.
Neneng, salah satu peserta setia, mengungkapkan bahwa Senam Bahagia adalah kombinasi sempurna antara kesehatan dan hiburan. "Saya sangat semangat dengan adanya kegiatan rutin ini. Selain bisa menjalani hidup sehat dengan senam, saya juga bisa sekaligus membawa anak-anak jalan-jalan menikmati suasana Pantai Gandoriah," katanya.




