Padang – Kenyamanan wisatawan di Pantai Padang terusik oleh praktik pungutan parkir liar yang tidak terkendali. Pungutan yang tidak transparan dan terkesan memaksa ini dikeluhkan oleh pengunjung yang merasa dirugikan.
Novia (31), seorang wisatawan, mengungkapkan kekecewaannya atas sistem perparkiran yang amburadul di kawasan wisata tersebut. Ia menuturkan, oknum juru parkir kerap meminta biaya parkir di area terbuka yang seharusnya bebas akses bagi publik.
"Kemarin saya baru mau duduk di pinggir jalan yang tidak ada tempat jualan, tapi langsung dimintai uang parkir. Seharusnya di area umum seperti itu tidak ada pungutan," ujar Novia, menyoroti lokasi pungutan yang dinilai sembarangan.
Selain itu, Novia juga mengeluhkan ketidakjelasan tarif dan perilaku oknum parkir terkait uang kembalian. Ia mengaku seringkali tidak menerima uang kembalian jika tidak diminta secara tegas.
"Masalah pengembalian uang juga sering tidak jelas. Kalau kita tidak minta atau lupa, mereka tidak akan kasih kembaliannya. Kita sendiri yang harus teliti," sambungnya.
Kondisi ini sangat disayangkan, mengingat Pantai Padang memiliki daya tarik tersendiri dibandingkan objek wisata lain di sekitar Padang Pariaman, terutama dari segi luas area dan wahana permainan anak.
Para wisatawan berharap Pemerintah Kota Padang segera menertibkan praktik parkir liar ini melalui dinas terkait. Tanpa pengawasan yang ketat, citra Pantai Padang sebagai destinasi wisata unggulan dikhawatirkan akan merosot akibat ulah oknum yang hanya mencari keuntungan pribadi di fasilitas publik.






