Padang – Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan erupsi yang terjadi pada Rabu pagi (14/1/2025). Letusan ini memicu kolom abu setinggi sekitar 1.600 meter di atas puncak gunung, atau 4.491 meter di atas permukaan laut.
"Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur laut," ujar Ahmad Rifandi, Petugas Pos Pengamatan Gunung Marapi dari PVMBG, memberikan keterangan langsung terkait peristiwa ini. Erupsi tersebut terekam dalam seismogram dengan amplitudo maksimum 28,6 milimeter dan durasi sekitar 31 detik.
PVMBG saat ini masih menetapkan status aktivitas Gunung Marapi pada Level II (Waspada). Masyarakat, pendaki, dan wisatawan diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari Kawah Verbeek, pusat erupsi.
Warga yang tinggal di sepanjang lembah dan bantaran sungai yang berhulu di Gunung Marapi juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar, terutama saat curah hujan tinggi.
Selain itu, PVMBG mengingatkan masyarakat untuk melindungi diri dari dampak hujan abu dengan menggunakan masker guna menghindari gangguan pernapasan.
"Seluruh pihak diminta tetap tenang, menjaga situasi kondusif, tidak mudah terpengaruh isu atau hoaks, serta hanya mengikuti informasi resmi dari pemerintah," tegas Rifandi.


