Padang – Kabar duka menyelimuti dunia seni Indonesia. Maestro tari kontemporer, Ery Mefri, menghembuskan napas terakhirnya pada Rabu (11/2/2026) siang, di usia 67 tahun. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, dan para pecinta seni.
Kabar duka ini pertama kali disampaikan oleh Khairul Jasmi (KJ), teman dekat almarhum, yang menerima informasi langsung dari Rio Mefri, putra Ery Mefri, dan Angga Mefri, istri almarhum. "Papa sudah tiada," ujar Rio kepada KJ, sesaat setelah berita duka diterima keluarga. Angga Mefri juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rekan dan kenalan Ery Mefri atas kabar duka ini. "Uda Ery telah pergi," tuturnya.
Ery Mefri dikenal sebagai salah satu koreografer paling berpengaruh di Indonesia dalam beberapa dekade terakhir. Pada tahun 1983, ia mendirikan Nan Jombang Dance Company, sebuah kelompok tari yang telah membawanya tampil di berbagai panggung internasional, meliputi puluhan negara di empat benua: Asia, Amerika, Eropa, dan Australia sejak tahun 2007.
Pria kelahiran Saniangbaka, Kabupaten Solok, pada 23 Juni 1958 ini, mewarisi bakat seni dari kedua orang tuanya. Ery merupakan putra dari maestro seni tari tradisi Jamin Manti Jo Sutan (Manti Menuik) dan Nurjanah. Sejak awal 1980-an, ia aktif mewarnai dunia kesenian Sumatera Barat, Indonesia, dan dunia dengan lebih dari seratus karya.
Memasuki era 2000-an, karya-karya Ery semakin menguat ke arah tari kontemporer yang berakar pada seni tradisi Minangkabau. Karya-karya inilah yang kemudian menarik perhatian dunia, membawa Nan Jombang tampil di berbagai belahan dunia. Empat karya tari Ery yang paling sering dipentaskan di luar negeri adalah Sarikaik, Rantau Berbisik, Sang Hawa, dan Tarian Malam.
Ery Mefri juga dikenal atas kontribusinya dalam membangun gedung pementasan Nan Jombang di kawasan Kuranji, Padang, yang juga menjadi tempat kediamannya. Selama belasan tahun terakhir, ia secara rutin memberikan ruang bagi seniman lokal dan seniman tradisi untuk menampilkan karya mereka di gedung pementasan tersebut.
Dalam beberapa bulan terakhir, Ery Mefri diketahui sering keluar masuk rumah sakit karena sakit yang dideritanya. Kepergiannya meninggalkan warisan seni yang tak ternilai bagi Indonesia.






