KKP Kerahkan Ribuan Taruna, Mendagri Apresiasi Bantu Korban Bencana Sumatra

Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengambil langkah sigap dengan menerjunkan 1.142 taruna Politeknik Kelautan dan Perikanan ke Sumatra. Langkah ini bertujuan mempercepat penanganan dampak bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah sejak akhir November 2025.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif KKP ini. "Keterlibatan taruna KKP sangat membantu upaya pemulihan pascabencana," ujar Mendagri saat menghadiri acara pelepasan taruna di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Mendagri yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra menjelaskan, bencana ini berdampak signifikan pada tiga provinsi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kerusakan meliputi korban jiwa, infrastruktur pemerintahan, jalan, jembatan, fasilitas umum, serta sektor pertanian dan perikanan.

"Dalam catatan kami, ada 52 kabupaten/kota terdampak di tiga provinsi ini," ungkap Mendagri. Rinciannya, 18 kabupaten/kota di Aceh, 18 di Sumatera Utara, dan 16 di Sumatera Barat.

Pemerintah pusat, atas arahan Presiden, telah melakukan mobilisasi nasional sejak hari pertama bencana. Keterlibatan seluruh kementerian/lembaga, TNI, Polri, BNPB, serta Basarnas membuahkan hasil berupa pemulihan bertahap di sejumlah daerah.

Menurut Mendagri, sejumlah daerah telah pulih sepenuhnya, sebagian lainnya setengah pulih, dan sisanya membutuhkan penanganan intensif secara gotong royong. Di wilayah dataran rendah seperti Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, dan Pidie Jaya, masalah utama adalah lumpur tebal yang menutup rumah, fasilitas umum, sekolah, hingga kantor pemerintahan. Sementara di wilayah pegunungan, persoalan utama berupa longsor yang memutus akses jalan dan jembatan.