Tanah Datar – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Tanah Datar menyiapkan gerakan terkoordinasi bersama pemerintah, aparat, dan lembaga adat-keagamaan sebagai tindak lanjut deklarasi bersama melawan LGBT di Kabupaten Tanah Datar. Komitmen itu disampaikan Kepala Kemenag Tanah Datar, H. Hendri Pani Dias, saat memimpin apel ASN di halaman kantor, Senin pagi (6/7).
Apel tersebut dihadiri jajaran pimpinan, pengawas pendidikan, dan seluruh pegawai Kemenag. Dalam arahannya, Hendri menegaskan langkah itu merupakan lanjutan dari pertemuan strategis bersama Bupati, Polres, MUI, LKAAM, Ketua KAN, dan unsur terkait lainnya.
Ia menyebut isu LGBT kini menjadi perhatian di Sumatra Barat, termasuk di Tanah Datar. Menurut dia, pergerakan kelompok tersebut semakin tertutup, sementara Polres terus menelusuri komunitas yang ada dan pemerintah daerah tengah menyelesaikan payung hukum.
Hendri juga menyinggung faktor psikologis dan sosial yang dinilai dapat memengaruhi munculnya perilaku itu, mulai dari keharmonisan keluarga, lingkungan, hingga pola asuh di asrama yang kurang memadai. Menurut dia, kondisi tersebut bisa menguat menjadi preferensi bila tidak ditangani sejak dini.
Dalam waktu dekat, tim gabungan yang diinisiasi Polres Tanah Datar akan turun ke lapangan. Tim ini melibatkan unsur pemerintah, Forkopimca, instansi vertikal, serta organisasi adat dan keagamaan.
Sosialisasi intensif akan menyasar lembaga pendidikan, kafe, tempat penginapan, dan ruang publik lainnya. Langkah itu ditempuh untuk memperkuat pencegahan di tengah masyarakat.
Selain itu, 74 KAN se-Tanah Datar juga telah menyatakan sikap bersama. Mereka sepakat memberikan sanksi adat tegas kepada siapa pun yang terbukti melanggar norma kesusilaan tersebut.
Kemenag Tanah Datar juga menjalankan gerakan paralel melalui peran Kantor Urusan Agama (KUA). Materi khotbah Jumat di masjid-masjid akan dikoordinasikan agar masyarakat mendapat edukasi dari sudut pandang agama.
Sosialisasi juga diarahkan ke madrasah dan pondok pesantren, terutama yang memiliki asrama. Kemenag berharap lingkungan belajar tetap sehat, bersih, dan sesuai dengan fitrah.
Hendri menegaskan sinergi lintas lembaga ini merupakan ikhtiar bersama menjaga keluarga dan anak cucu di Tanah Datar. Ia menilai langkah tersebut sejalan dengan upaya mempertahankan marwah daerah yang berpegang pada filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.






Komentar