Kapolda Sumbar Beri Kuliah Umum dan Tanam Pohon di Kampus

Padang – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Sumatera Barat berlangsung istimewa dengan keterlibatan aktif Kapolda Sumbar, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, di Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, Rabu (6/5/2026). Dalam kunjungan tersebut, Kapolda tidak hanya memberikan kuliah umum mengenai karakter generasi muda, tetapi juga memimpin aksi penanaman 300 pohon di lingkungan kampus.

Kehadiran jenderal bintang dua tersebut mendapat apresiasi positif dari Staf Khusus Menteri ATR/BPN, Rezka Oktoberia. Menurutnya, langkah kepolisian yang terjun langsung ke dunia pendidikan merupakan sinyal kuat kolaborasi lintas sektor dalam membangun masa depan bangsa.

"Kehadiran Kapolda Sumbar memberikan kuliah umum di kampus adalah pesan penting bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Ini patut diapresiasi karena Polri hadir bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga ikut membangun masa depan bangsa," ujar Rezka.

Kegiatan yang dipusatkan di Aula Gedung J Kampus UIN IB Padang ini berlangsung komunikatif. Kapolda Sumbar tampak luwes berdialog dengan ratusan mahasiswa mengenai tantangan sosial di era modern, yang membuat suasana diskusi menjadi lebih hangat dan akrab.

Selain aspek edukasi, momentum Hardiknas ini juga menjadi ajang penguatan legalitas aset melalui penyerahan sertifikat oleh Kementerian ATR/BPN. Rezka Oktoberia, yang juga menjabat Sekjen Yayasan Jantung Indonesia, menyerahkan sertifikat aset Polda Sumbar, sertifikat wakaf Yayasan Wakaf Ar Risalah, serta sertifikat wakaf Masjid Nurul Huda.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakapolda Sumbar Solihin, Rektor UIN Imam Bonjol Prof. Dr. Hj. Martin Kustati, M.Pd, serta perwakilan dari berbagai perguruan tinggi ternama di Sumatera Barat seperti Universitas Andalas, Universitas Negeri Padang, Universitas Bung Hatta, dan ISI Padang Panjang. Seluruh jajaran Polres dan Polresta se-Sumatera Barat juga mengikuti rangkaian acara ini secara daring.

Rangkaian peringatan Hardiknas 2026 ini ditutup dengan pemberian penghargaan kepada guru serta mahasiswa berprestasi sebagai bentuk motivasi. Kolaborasi antara aparat kepolisian, pemerintah, dan akademisi ini dinilai menjadi wajah baru pembangunan generasi muda yang lebih humanis dan inklusif di Sumatera Barat.

REKOMENDASI