Padang – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mempertegas komitmennya dalam mendukung dekarbonisasi sektor transportasi nasional. Langkah ini diwujudkan melalui optimalisasi layanan kereta api rendah emisi serta pemanfaatan energi terbarukan di lingkungan operasional perusahaan.
Sebagai moda transportasi massal, kereta api terbukti jauh lebih efisien dibandingkan kendaraan pribadi. Data menunjukkan kereta api mampu menekan emisi karbon hingga 75 persen. Sepanjang tahun 2025, KAI Divre II Sumbar melayani hampir dua juta penumpang, yang secara akumulatif berkontribusi pada pengurangan emisi lebih dari 12.000 ton CO2 per tahun.
Selain efisiensi operasional, perusahaan juga mengimplementasikan energi hijau melalui pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Stasiun Padang sejak akhir 2024. Pemanfaatan energi surya berkapasitas 40,7 kWp ini mampu menurunkan emisi karbon hingga 366 ton per tahun, setara dengan dampak positif penanaman 570 pohon.
Upaya efisiensi energi lainnya turut dilakukan melalui penggunaan lampu LED di stasiun, pengaturan beban listrik, hingga optimalisasi pola perjalanan kereta. Langkah-langkah ini menjadi bagian dari strategi besar perusahaan dalam mendukung target Net Zero Emission Indonesia.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menegaskan bahwa momentum Hari Bumi 2026 menjadi pengingat krusial akan peran transportasi publik dalam menjaga kelestarian lingkungan.
"Kami percaya bahwa rel merupakan jalur mobilitas berkelanjutan. Melalui layanan transportasi massal rendah emisi dan pemanfaatan energi hijau, KAI Divre II Sumbar berkomitmen menjadi bagian dari solusi dalam menghadapi tantangan perubahan iklim sekaligus mendukung terciptanya masa depan transportasi yang lebih ramah lingkungan," ujar Reza.
Ke depan, KAI Divre II Sumbar akan terus memperkuat transformasi hijau dengan menghadirkan layanan yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan bagi masyarakat.






