Jakarta – J&T Express memperluas layanan pengiriman internasional J&T International ke lebih dari 60 negara di kawasan Asia, Timur Tengah, Afrika, Australia, Amerika, hingga Eropa. Ekspansi ini dilakukan untuk menjawab tingginya permintaan pengiriman ke luar negeri sekaligus membuka akses yang lebih besar bagi pelaku UMKM Indonesia ke pasar global.
Perusahaan mencatat volume pengiriman internasional terus menunjukkan pertumbuhan positif. Pada 2025, jumlah pengiriman dilaporkan melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Kenaikan itu sejalan dengan tren perdagangan lintas negara. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, porsi ekspor sektor UMKM Indonesia naik dari 16,9 persen pada 2024 menjadi 19 persen pada 2025.
Direktur Marketing J&T Express Erick mengatakan penguatan jaringan internasional dilakukan untuk menegaskan peran perusahaan sebagai enabler logistik bagi pelanggan individu maupun pelaku usaha. Saat ini, J&T Express telah beroperasi di 13 negara di tiga benua.
“Ekspansi ini memberi kami kemampuan menghadirkan akses pengiriman yang lebih luas dan kompetitif, sekaligus memudahkan pelaku usaha Indonesia memanfaatkan peluang pasar global,” ujar Erick.
Dari sisi harga, J&T International menawarkan tarif yang kompetitif. Pengiriman ke Malaysia dipatok mulai Rp50.000 per kilogram, sementara ke Singapura mulai Rp60.000 per kilogram.
Untuk tujuan Eropa seperti Belanda, tarif dimulai dari Rp370.000 per kilogram. Adapun pengiriman ke Amerika Serikat dibanderol mulai Rp580.000 per kilogram.
Perusahaan juga memastikan biaya bea cukai akan dibebankan secara transparan sesuai nominal aktual dari pihak berwenang. Layanan ini turut dilengkapi sistem pengiriman door-to-door untuk memudahkan pelanggan.
Masyarakat dapat mengakses layanan tersebut melalui J&T Drop Point, J&T Collection Point, dan J&T Signature Point di seluruh Indonesia. Pelanggan juga akan mendapatkan pendampingan dalam proses verifikasi, pengecekan, hingga kelengkapan dokumen pengiriman internasional.





Komentar