Fadly Amran Dorong ASN Berani Lakukan Perubahan Demi Kemajuan Birokrasi

Bukittinggi – Wali Kota Padang, Fadly Amran, menekankan pentingnya perubahan pola pikir dan adaptasi teknologi bagi aparatur sipil negara (ASN) untuk menciptakan pelayanan publik yang lebih progresif. Hal tersebut ia sampaikan saat menjadi narasumber dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) di Balai Besar Pengembangan Kompetensi Aparatur Pemerintah Dalam Negeri I, Bukittinggi, Kamis (23/4/2026).

Kegiatan yang diikuti oleh 82 peserta dari berbagai instansi di Sumatera Barat, Riau, dan Sumatera Utara ini menyoroti urgensi transformasi birokrasi. Fadly menegaskan bahwa organisasi tidak akan mampu berkembang jika tetap mempertahankan pola kerja lama yang stagnan.

"Kalau kita berbicara tentang kemajuan, salah satu hal yang tidak bisa dihindari adalah perubahan. Tidak mungkin kita bisa maju jika cara kerja kita dari waktu ke waktu tidak berubah," ujar Fadly di hadapan para peserta.

Menurut Fadly, seorang pemimpin harus memiliki kepekaan dalam memahami akar persoalan sebelum mengambil keputusan. Ia mengingatkan agar setiap laporan yang masuk ke meja pimpinan tidak sekadar dianggap sebagai urusan administratif, melainkan sebagai kebutuhan masyarakat yang menuntut solusi nyata.

"Seorang pemimpin itu harus paham akar masalah. Untuk itu, kita harus mau belajar, banyak mendengar, dan menggali informasi. Ketika sebuah masalah sampai ke meja kita, itu artinya orang sedang mencari solusi. Jangan sampai masyarakat pulang tanpa kejelasan," tegasnya.

Selain kepemimpinan, Fadly menyoroti peran krusial digitalisasi dalam memperkuat sistem meritokrasi. Ia menilai pemanfaatan teknologi mampu meminimalisir praktik tidak sehat dan menjaga transparansi dalam pengambilan kebijakan. Dengan sistem yang kuat dan integritas aparatur yang tinggi, ia meyakini kebijakan publik tidak akan mudah disetir oleh kepentingan pribadi pihak tertentu.

Menutup arahannya, Fadly mengajak para calon pemimpin masa depan ini untuk berani memulai perubahan dari diri sendiri dan lingkungan kerja terkecil tanpa harus menunggu instruksi atasan. Ia juga mendorong seluruh aparatur untuk terus mengasah kapasitas melalui berbagai pelatihan agar memiliki kompetensi yang teruji dalam melayani masyarakat.