Padang – Banjir yang melanda Kota Padang pada Jumat (28/11/2025) menyebabkan kerusakan parah pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) Perumda AM, mengganggu pasokan air bersih bagi warga. Anggota DPR RI, Zigo Rolanda, meminta Pemerintah Kota Padang segera menghimpun data kerusakan untuk diajukan ke Kementerian Pekerjaan Umum agar penanganan dapat dipercepat.
Zigo Rolanda melakukan peninjauan ke lokasi terdampak, yaitu Intake Kampung Koto dan Intake Lubuk Paraku, didampingi oleh Wali Kota Padang, Wakil Ketua DPRD Sumbar, serta perwakilan dari Balai BPBPK Sumbar, Balai P3KP Perumahan Sumatera III, BWS Sumatera V, dan Direktur Utama PDAM Kota Padang.
Akibat banjir, Intake Kampung Koto dengan kapasitas 500 liter per detik lumpuh total akibat sedimen dan material yang menutup aliran. Kondisi serupa juga terjadi pada Intake Lubuk Paraku yang berkapasitas 200 liter per detik.
Direktur Utama Perumda AM Kota Padang, Hendra Pebrizal, menjelaskan bahwa kekeruhan air mencapai 29.400, jauh di atas ambang batas pengolahan 10.000, menjadi penyebab utama terhentinya proses pengolahan air.
Sebagai respons, Kepala BPPW Sumbar menyatakan dukungan dengan menyiapkan 58 unit Hidran Umum (HU) dan kendaraan water tanker untuk memperkuat suplai air bersih ke posko-posko banjir. Zigo Rolanda menekankan pentingnya prioritas pada kebutuhan air bersih bagi warga dan meminta BPPW segera mengerahkan HU ke posko pengungsian.







Komentar