Bank Nagari Fokus KUR Produktif 2026: Rp1,5 Triliun Pacu Ekonomi Sumbar

Padang – Bank Nagari mengalihkan fokus penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun 2026 ke sektor produktif, dengan target minimal 60% dari total pagu Rp1,5 triliun. Langkah ini bertujuan mempercepat pemulihan ekonomi Sumatera Barat pascabencana dan memperkuat fondasi ekonomi berbasis produksi.

Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Candra, menyatakan kepercayaan pemerintah pusat menjadi momentum penting menggerakkan UMKM. "Kami mendorong agar penyaluran KUR tidak hanya konsumtif, tetapi menyasar sektor produktif yang menciptakan nilai tambah dan lapangan kerja," ujarnya.

Masyarakat dapat mengakses KUR dengan bunga 0% sepanjang 2026, 3% pada 2027, dan 6% mulai 2028. Plafon pinjaman mencapai Rp500 juta tanpa biaya administrasi dan provisi, serta proses pengajuan yang cepat.

Selain KUR, Bank Nagari memperkenalkan Kredit Usaha Alat dan Mesin Pertanian (KUA) untuk modernisasi sektor pertanian. Petani dan pelaku agribisnis dapat memperoleh alat dan mesin pertanian dengan bunga ringan dan tenor fleksibel.

Direktur Kredit dan Syariah Bank Nagari menegaskan, sinergi KUR dan KUA diharapkan memperkuat sektor produksi dan meningkatkan daya saing ekonomi daerah. "Kami ingin memastikan pembiayaan berdampak langsung pada peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Bank Nagari optimistis fokus pada sektor produktif akan mempercepat pemulihan ekonomi pascabencana dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Sumatera Barat.