Penulisan Ulang Berita:
Padang – Bencana banjir bandang yang menerjang Kota Padang menyebabkan gangguan serius pada infrastruktur vital, termasuk unit intake Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyatakan bahwa pemerintah kota bersama berbagai pihak terkait tengah berupaya keras memaksimalkan kembali distribusi air bersih kepada masyarakat yang terdampak.
"Upaya perbaikan terus dilakukan secara bertahap di lapangan," kata Fadly, seperti dikutip dari laman Facebook Diskominfo Padang.
Fadly menjelaskan bahwa fokus utama penanganan krisis air ini adalah pemulihan infrastruktur yang rusak akibat banjir bandang. Tim teknis juga tengah melakukan penggantian pipa-pipa yang rusak, meskipun saat ini masih bersifat sementara.
Penanganan krisis air ini tidak hanya menjadi tanggung jawab PDAM. Fadly menekankan pentingnya sinergi antar lembaga, melibatkan lintas instansi Pemerintah Kota (Pemko), Pemerintah Provinsi (Pemprov), Balai Wilayah Sungai (BWS), hingga koordinasi dengan kementerian terkait.
"Ini bukan masalah PDAM saja, ini masalah kita bersama. Beban ini harus kita pikirkan secara bersama-sama," tegas Fadly. Ia menambahkan bahwa seluruh pihak terkait sedang bekerja untuk memaksimalkan distribusi air bersih kepada masyarakat terdampak pascabencana.






