Payakumbuh – Pemerintah Kota Payakumbuh berupaya memastikan program pembangunan tahun 2027 menjawab kebutuhan riil masyarakat. Hal ini ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Payakumbuh, Rida Ananda, saat mewakili Wali Kota Zulmaeta dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Payakumbuh Timur, Kamis (05/02/2026).
"Musrenbang menjadi wadah strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat secara berjenjang dan partisipatif," ujar Sekda Rida. Ia menambahkan, usulan pembangunan dari tingkat RT/RW hingga kelurahan akan menjadi dasar penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027.
Rida mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat dan perangkat kelurahan dalam proses perencanaan pembangunan. Ia menekankan pentingnya memilih program prioritas secara selektif mengingat keterbatasan anggaran daerah. Penggunaan anggaran harus efisien, efektif, transparan, dan akuntabel, serta selaras dengan prioritas pembangunan nasional dan provinsi.
Musrenbang 2027 merupakan tahun ketiga pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Payakumbuh 2025-2029, yang telah diselaraskan dengan RPJPD 2025-2045 serta prioritas nasional dan provinsi.
Dalam kesempatan tersebut, Rida juga menyampaikan indikator makro daerah, termasuk pertumbuhan ekonomi Kota Payakumbuh pada 2024 sebesar 4,53 persen. "Angka kemiskinan tahun 2025 turun menjadi 4,95 persen dari 5,19 persen pada 2024 dan lebih rendah dari rata-rata provinsi," ungkapnya.
Namun, Rida juga menyoroti sejumlah persoalan di Kecamatan Payakumbuh Timur, seperti tingginya jumlah keluarga dengan kondisi sosial ekonomi rendah (desil 1), kasus stunting pada balita, keluarga berisiko stunting, serta keluarga yang belum memiliki akses air minum layak dan jamban sehat. "Data ini harus segera diintervensi oleh perangkat daerah teknis sesuai kewenangan," tegasnya.
Musrenbang kali ini terintegrasi dengan rembuk stunting, mengingat prevalensi stunting Kota Payakumbuh pada 2024 masih berada di angka 16,4 persen. Pemerintah daerah juga mendorong pengembangan UMKM, optimalisasi potensi pertanian, peningkatan layanan publik melalui Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN), serta partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah.
"Kami mengajak masyarakat memilah sampah, mengolah kompos, dan membangun budaya hidup minim sampah," kata Rida.
Selain itu, Pemko Payakumbuh terus berupaya membangun kembali pusat pertokoan Payakumbuh yang terbakar untuk memperkuat pergerakan ekonomi daerah.
Camat Payakumbuh Timur, Yopie Kurniawan, mengajak masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam pembangunan. "Kami terbuka terhadap kritik dan masukan. Mari kita jaga komunikasi dan bekerja sama agar Payakumbuh Timur semakin baik," pungkasnya.




