Aset Perbankan Sumbar Solid di 2025, Syariah dan BPR Ungguli Pertumbuhan

Padang – Industri perbankan Sumatera Barat menunjukkan ketahanan yang solid sepanjang tahun 2025, dengan aset mencapai Rp85,37 triliun. Meskipun ekonomi dinamis, sektor perbankan syariah dan Bank Perekonomian Rakyat (BPR) mencatatkan pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan perbankan konvensional.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Barat, Roni Nazra, mengungkapkan bahwa pertumbuhan aset ini mencerminkan stabilitas sektor jasa keuangan daerah dan terjaganya fungsi intermediasi perbankan. "Secara umum, kinerja perbankan Sumatera Barat pada 2025 masih terjaga dengan baik. Pertumbuhan aset, kredit, dan dana pihak ketiga menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan tetap kuat," ujarnya, Senin (9/2/2026).

Total kredit dan pembiayaan yang disalurkan perbankan Sumbar mencapai Rp73,86 triliun, tumbuh 0,68 persen. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp58,98 triliun, tumbuh 5,09 persen. Kualitas kredit masih aman, meski rasio Non Performing Loan (NPL) naik menjadi 2,67 persen, namun masih dalam batas aman.

Kredit UMKM mencapai Rp31,06 triliun atau 42,06 persen dari total kredit, namun mengalami kontraksi 1,41 persen. Sektor perbankan syariah justru tumbuh lebih tinggi, dengan aset mencapai Rp14,36 triliun atau tumbuh 10,58 persen. Pembiayaan syariah meningkat 14,27 persen, mencapai Rp12,10 triliun.

"Perbankan syariah terus menunjukkan perkembangan yang positif, baik dari sisi aset maupun pembiayaan. Ini menjadi potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah," kata Roni.

BPR juga mencatatkan kinerja solid, dengan aset mencapai Rp3,12 triliun atau tumbuh 11,35 persen. Sekitar 71,39 persen dari total kredit dan pembiayaan BPR disalurkan kepada sektor UMKM.

OJK Sumbar terus mendorong penguatan perbankan daerah agar mampu menjaga stabilitas dan meningkatkan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat secara berkelanjutan.