Padang – Ahmad Islami terpilih secara aklamasi untuk menakhodai Pengurus Provinsi Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) Sumatera Barat periode kedua dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) I di Padang, Sabtu (25/4/2026). Fokus utama kepengurusan ini adalah memperkuat posisi organisasi sebagai anggota penuh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat.
Langkah strategis tersebut diambil menyusul status ALTI pusat yang telah resmi bergabung dengan KONI Nasional sejak 2024. Ahmad Islami, yang akrab disapa Ami, menegaskan komitmennya untuk membangun organisasi yang lebih solid melalui peningkatan kualitas ajang lari lintas alam serta percepatan pembinaan atlet di seluruh wilayah Sumbar.
"Ini adalah langkah strategis untuk membangun organisasi yang lebih solid. Kami berkomitmen meningkatkan kualitas event serta mempercepat pembinaan atlet di seluruh wilayah Sumbar," ujar Ami.
Ami optimistis olahraga lari lintas alam akan berkembang pesat di Ranah Minang. Selain memiliki topografi alam yang mendukung, Sumatera Barat tercatat sebagai penyumbang sekitar 30 persen atlet trail run di tingkat nasional.
Ketua KONI Sumbar, Hamdanus, menyambut positif kehadiran ALTI sebagai cabang olahraga baru. Namun, ia menekankan pentingnya pemenuhan persyaratan administratif, seperti kelengkapan kepengurusan di tingkat kabupaten/kota dan penyelarasan AD/ART, agar ALTI dapat berpartisipasi dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI pada Oktober mendatang.
Hamdanus memberikan tenggat waktu bagi ALTI untuk merampungkan status keanggotaan sebelum Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) pada 3 Mei mendatang.
"Kami berharap ALTI segera melengkapi persyaratan. Jika resmi menjadi anggota sebelum Rakornis, peluang untuk ambil bagian dalam Porprov XVI sangat terbuka lebar, apalagi cabor ini sudah sukses dipertandingkan sebagai ekshibisi pada PON Aceh-Sumut 2024 lalu," ungkap Hamdanus.
Sebagai wadah bagi pegiat lari lintas alam, ALTI diproyeksikan menjadi cabang olahraga yang mampu menggerakkan sektor pariwisata sekaligus mendulang prestasi olahraga di Sumatera Barat melalui tren sport tourism.






