Jakarta – Panitia Pelaksana Piala Presiden Elite 2026 menegaskan bahwa jadwal fase akhir turnamen, termasuk jarak singkat antara semifinal dan final, sudah disusun melalui kajian teknis dan mendapat persetujuan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
Ketua Organizing Committee (OC) Piala Presiden 2026, Tsamara Amany, mengatakan penyusunan jadwal mempertimbangkan regulasi kompetisi, kesiapan klub peserta, serta kalender sepak bola nasional dan internasional.
Ia menambahkan, seluruh penjadwalan telah dikoordinasikan agar pelaksanaan turnamen tetap berjalan sesuai standar yang berlaku.
Panitia juga menyebut seluruh klub peserta sudah menerima sosialisasi mengenai regulasi pertandingan, mulai dari mekanisme fase gugur, registrasi pemain, hingga ketentuan teknis laga.
Piala Presiden Elite 2026 telah memperoleh izin AFC untuk digelar pada 25 Juli hingga 6 Agustus 2026.
Persetujuan tersebut tercantum dalam surat resmi AFC bernomor referensi AFC/IDN/T2/7612-2026 untuk penyelenggaraan turnamen internasional kategori Tier 2.
Ajang ini akan diikuti delapan klub elite dari Indonesia dan Asia Tenggara.
Lima wakil Indonesia yang tampil adalah Persib Bandung, Arema FC, Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, dan PSMS Medan.
Tiga tim tamu datang dari Asia Tenggara, yaitu DPMM FC dari Brunei Darussalam, Tampines Rovers dari Singapura, dan Port FC dari Thailand.
Dalam surat persetujuannya, AFC juga mengingatkan panitia agar memenuhi kewajiban administrasi pertandingan, termasuk pengiriman Match Report, daftar pemain, dan laporan wasit paling lambat 48 jam setelah laga berakhir sesuai Pasal 13.2 Regulasi Pertandingan Internasional AFC.
Persetujuan itu sekaligus menjadi penanda bahwa penyelenggaraan Piala Presiden Elite 2026 telah memenuhi syarat sebagai turnamen internasional.
Untuk menjaga kualitas laga di babak gugur, panitia juga memberi kelonggaran kepada peserta dalam penyesuaian skuad.
Melalui surat resmi nomor 118/PP-OC/VII/2026, setiap klub diberi kesempatan mengganti atau menambah maksimal lima pemain baru sebelum tampil pada laga pertama fase gugur.
Dalam surat tersebut disebutkan, perubahan skuad dapat dilakukan paling lambat dua hari sebelum pertandingan pertama babak gugur, dengan alasan apa pun, selama jumlah pemain terdaftar tidak melebihi batas maksimal.







Komentar